29 Jul 2008

Red Eye dan Anti Shake




















Dua Fitur Untuk Best Imaging

Dua fitur yang akrab di kamera profesional kini hadir melengkapi ponsel kamera. Hasil imaging dijamin bakal lebih memuaskan dan sempurna.

Bukan berita baru bila kemampuan kamera di ponsel kian menakjubkan. Setelah tingkat resolusi mencapai standar 5 megapixels, beragam fitur pendukung generasi lanjutan ikut menyertai. Diantaranya adalah red eye reduction dan anti shake, kedua fitur ini bersifat embedded di kamera poket digital premium dan SLR digital. Nah, saat ini ponsel canggih terbaru Samsung, seri SGH-G800 dan Sony Ericsson, seri K850i menjadikan red eye reduction dan anti shake sebagai fitur pelengkap untuk imaging. Selain tak lupa, kehadiran Xenon flash light sebagai unsur kekuatan pencahayaan yang optimal.

Red Eye Reduction
Sudah menjadi sifat yang alamiah, bila mata kita bereaksi cepat terhadap cahaya. Saat berada di ruangan gelap, pupil mata (diafragma) akan membesar, sehingga banyak cahaya masuk ke retina. Ketika tiba-tiba muncul cahaya kuat, semisal diakibatkan oleh lampu flash, maka pupil mata akan mengecil agar retina tidak mengalami silau. Proses penutupan pupil ini akan melibatkan aliran darah yang cepat di daerah retina, akibatnya akan tampak sebagai ’red eye’ di hasil foto.

Salah satu vendor pemasok solusi red eye reduction ialah FotoNation, setidaknya hingga kini Samsung, Kodak, Nikon, Sanyo dan Pentax mengadopsi software embedded untuk produk kamera poket dan ponsel kamera. Tentu bagi konsol yang memilki fitur red eye reduction tak perlu lagi pusing mengatur fenomena ini. Sebelum mengambil gambar dengan flash, dan disaat kondisi redup pastikan untuk meng klik (aktifkan) red eye reduction.

Selain cara praktis diatas, Anda bisa mengurangi efek red eye dengan menyalakan lampu di sekitar area pemotretan. Ada lagi dengan teknik ambil gambar dari sudut tertentu, seperti sinar flash yang jangan langsung diarahkan ke mata si obyek.

1. Menu Red eye reduction di Samsung SGH-G800












2. Menu Red eye reduction di Sony Ericsson K850i









3. Hasil foto tanpa Red eye reduction












Anti Shake

Anti shake atau image stabilization adalah teknologi yang umum digunakan dalam dunia fotografi dan video digital. Anti shake biasa digunakan saat problem shutter speed yang lambat atau pemotretan dalam jarak jauh (telephoto). Kedua fase diatas sangat rawan menghasilkan goncangan saat eksekusi pemotretan. Akibatnya foto menjadi blur, untuk mengatasinya kini bisa memanfaatkan teknologi moving image sensor. Micron Technology adalah salah satu vendor utama pemasok anti shake dalam bentuk SOC (system on chip) yang langsung ditanamkan di perangkat ponsel.

Hasil foto sebelum dan sesudah menggunakan Anti Shake










(Feb08)

Tidak ada komentar: