29 Okt 2009

Bedanya Samsung Corby TXT dan Corby Touch















Samsung Mobile baru-baru ini meluncurkan dua produk terbarunya di Jakarta, yakni seri Corby TXT dan Corby Touch. Dibaca dari penamaannya, sudah jelas Corby Touch adalah sebuah ponsel dengan teknologi layar sentuh. Sedang Corby TXT adalah sebuah ponsel QWERTY style yang mengunggulkan fitur teks messaging.

Meski beda teknologi, tapi kedua ponsel ini disatukan dalam sebuah cita rasa goresan desain yang serupa. Yakni mengacu pada desain layaknya pesawat stealth dan mobil balap Ferrari. Tapi lain dari itu, ada lagi yang cukup unik, kedua ponsel "bersaudara" ini punya perbedaan dalam bentuk charger, slot kartu memori dan audio jack.

Pada Corby TXT, untuk pertama kalinya Samsung mengadopsi jenis slot charger micro USB. Ini menjadikan Corby TXT tak perlu bergantung pada charger khusus Samsung. Sebaliknya Corby Touch mengusung jenis slot charger tipis standar Samsung, serupa dengan yang digunakan pada seri Samsung terpopuler, SGH-i780 (IJBO). Ada dugaan perbedaan jenis charger antara dua ponsel Corby ini disebabkan pihak OEM (Original Equipment Manufacture) yang berbeda. Corby Touch lebih mencerminkan produksi Korea Selatan, sedang Corby TXT lebih mirip buatan OEM Cina.

Selepas soal slot charger, perbedaan lain ada pada slot kartu memori. Pada Corby TXT tak dibekali fasilitas hotswap. Alhasil untuk mengganti kartu memori perlu melepas baterai, dan tentu ponsel harus dimatikan untuk itu. Sedang pada Corby Touch sudah dilengkapi hotswap. Lalu terakhir tentang audio jack. Corby TXT sudah dibekali fasilitas audio jack 3,5 mm. Sebaliknya Corby Touch masih mengandalkan slot gabungan dengan slot charger. Meski begitu, slot audio pada Corby Touch bisa disambungkan dengan connector audio jack 3,5 mm.

Sementara ini dulu tulisan saya, kalau ada informasi tambahan, mohon bisa di share pada penikmat Samsung lainnya. Terima kasih.

28 Okt 2009

Indosat Perkenalkan HSPA+ : DownLink Speed hingga 21 Mbps















Jakarta, 27 Oktober 2009 – Indosat menjadi operator pertama yang berhasil mencapai kecepatan download data hingga 21 Mbps serta kecepatan upload data hingga 5.8 Mbps untuk layanan 3.5G broadbandnya, setelah berhasil melakukan ujicoba yang dilakukan pada pertengahan Oktober 2009.

Dengan kecepatan akses download hingga 21 Mbps serta kecepatan upload data hingga 5.8 Mbps, nantinya akan memungkinkan pelanggan atau pengguna 3.5G Broadband Indosat untuk akses internet dengan kecepatan yang jauh lebih tinggi serta mengakses berbagai aplikasi/konten (messaging, social networking, streaming, dll) melalui media internet secara lebih mudah dan lebih cepat secara full mobility.

“Peningkatan kecepatan layanan 3.5G Indosat hingga 21 Mbps ini merupakan salah satu inovasi terbaru kami bagi pelanggan 3.5G Indosat dalam rangka meningkatkan kapasitas dan kualitas layanan 3.5G yang manfaatnya akan dirasakan oleh pelanggan secara bertahap“, demikian disampaikan Guntur S. Siboro, Chief Marketing Officer Indosat..

Peningkatan kecepatan akses data yang semakin tinggi untuk downlink dan uplink ini diharapkan akan memberikan penghematan waktu yang cukup signifikan dalam melakukan komunikasi data maupun browsing internet.

Layanan 3.5G Broadband Indosat yang sebelumnya menggunakan akses HSDPA memberikan kecepatan akses downlink (Downlink Speed) hingga 14.4 Mbps dan kecepatan uplink hingga 1.4 Mbps. Kini, akses downlink ini ditingkatkan hingga 21 Mbps dan uplink ditingkatkan hingga 5.8 Mbps. Peningkatan kecepatan akses downlink dan uplink ini akan dapat dinikmati oleh pelanggan Indosat di area Jabodetabek pada akhir 2009.

Sebelumnya, Indosat juga telah memperkenalkan perangkat lunak Indosat Accelerator yang memungkinkan pelanggan mengakses internet dengan kecepatan hingga 7 kali lebih cepat dari teknologi 3.5G Indosat yang sudah ada. Fitur ini di peruntukkan bagi pelanggan pascabayar dan prabayar dimana untuk memperoleh perangkat tersebut dilakukan dengan cara menginstalasi terlebih dahulu aplikasi Indosat Accelerator Client di website Indosat: www.indosat.com/3g. Caranya cukup klik pada icon Indosat Accelerator dan download aplikasinya. Lalu install perangkat pada komputer hingga selesai, dan siap untuk digunakan. Download aplikasi maupun penggunaannya, pelanggan tidak dikenakan biaya apapun (gratis).

Layanan 3.5G Indosat sendiri saat ini sudah melayani di 26 kota di Indonesia dengan jumlah pelanggan sekitar 500 ribu pelanggan, yang berada di berbagai kota antara lain : Jabodetabek, Medan, Batam, Banda Aceh, Palembang, Bandung, Cirebon, Semarang, Purwokerto, Yogyakarta, Solo, Cilacap, Cepu, Salatiga, Kudus, Jepara, Magelang, Surabaya, Malang, Kediri, Jember, Denpasar, Balikpapan, Samarinda, Banjarmasin, Pontianak dan Makasar.

27 Okt 2009

Energi Efisien Pendingin BTS




















Setengah dari konsumsi listrik BTS (Base Tranceiver Station), dialokasikan untuk keperluan sistem pendingin. Dengan solusi Site Star, konsumsi listrik pendingin bisa di hemat sampai 95 persen



Bagi konsumen, turunnya tarif percakapan dan data di segmen telekomunikasi selular tentu membawa angin segar. Apalagi di tengah krisis saat ini, hanya tarif selular yang dapat turun secara masif. Lain halnya bagi operator, turunnya tarif membuat pendapatan rata-rata operator juga melorot. Sedangkan di sisi lain, biaya operasi (operating expenditure/OPEX) dan belanja modal (capital expenditure/CAPEX) harus terus digenjot untuk optimalisasi layanan, khususnya di sisi jaringan. Nah, bicara optimalisasi jaringan tentu tak bisa terlepas dari keberadaan BTS.

Dalam ’lomba’ memperebutkan jumlah konsumen, operator harus meningkatkan kapasitas, kualitas dan jangkauan layanan. Salah satu implementasinya adalah pembangunan menara BTS di seluruh penjuru Indonesia, dan diperkirakan kini ada lebih dari 45.000 menara BTS yang tersebar di seluruh propinsi. Untuk menutup luasnya coverage nasional, setidaknya masih dibutuhkan penambahan 10.000 menara BTS di daerah-daerah terpencil.

Dengan banyaknya jumlah BTS, tiap operator harus menyediakan OPEX yang tak kecil. Dalam hal ini, biaya operasional yang lumayan besar adalah konsumsi listrik. ”Besarnya kebutuhan energi listrik pada suatu BTS sangat tergantung pada peran BTS dan jumlah peralatan yang terpasang pada BTS itu,” ujar Pekik Argo Dahono, peneliti elektro dari Institut Teknologi Bandung. Umumnya suatu BTS membutuhkan daya listrik secara kontinyu sekitar 2000 watt. Peralatan ini biasanya diletakkan dalam suatu rumah (shelter) tertutup yang dilengkapi pendingin ruangan (AC). Peralatan pendingin ini biasanya memerlukan daya listrik dengan kapasitas sekitar 2000 watt pula. Selain AC dan peralatan telekomunikasi, masih ada beberapa peralatan bantu lain (fan dan lampu) yang memerlukan daya listrik sekitar 500 watt. Jadi satu BTS biasanya memerlukan daya listrik sebesar 4500 watt yang mana hampir setengahnya dipakai untuk mendinginkan ruangan. Kebutuhan daya listrik ini praktis tak berubah dari waktu ke waktu.



Dari ulasan diatas, diketahui konsumsi engeri listrik terbesar pada BTS yakni pada sistem pendingin. Terkait hal itu, Nokia Siemens Network (NSN) pada awal Juli lalu memperkenalkan solusi Site Star. Solusi ini berupa lemari pendingin yang punya kemampuan untuk meningkatkan daya tahan baterai sampai tiga kali, dan disebutkan mampu mengurangi konsumsi listrik pada sistem baterai pendingin hingga 95 persen. ”Site Star dirancang untuk negara yang mempunyai iklim ekstrim, dan pas untuk menggantikan perangkat pendingin lama yang haus energi, dan pada akhirnya bisa menghemat OPEX operator,” ungkap Prashant Agnihotri, Head of GSM/EDGE Product Management NSN dalam sebuah siaran pers.

Berdasarkan spesifikasi, Site Star bisa meningkatkan kapasitas baterai hingga tiga kali pada suhu 35 derajat celcius. Dari konsumsi energi Site Star juga super hemat. Bila sistem pendingin BTS umumnya memerlukan daya sebesar 900 watt pada suhu 35 derajat celcius, maka Site Star hanya memerlukan daya 40 watt pada kondisi suhu yang sama. Perangkat berwujud lemari ini dapat beroperasi diantara suhu -40 derajat sampai 50 derajat celcius. Pandu Sinatriyo, Head of Solution Sales Radio Access NSN Indonesia menyebutkan, Site Star memang akan ditawarkan untuk operator Indonesia, “teknologi ini dipandang pas untuk operator yang tengah mengusung visi green network,” ujar Pandu.

Terkait kampanye solusi green energy di segmen teknologi jaringan, Site Star dapat menjadi unsur pendukung yang penting. Selain utamanya program pembangunan BTS green yang memanfaatkan sumber energi alternatif, seperti dari sinar matahari, angin dan tumbuhan (pohon jarak).

(Sep09)

26 Okt 2009

Samsung S8003 Jet



















Andalkan Prosesor 800 Mhz


“Walau tak berbekal sistem operasi khas smartphone, performa prosesor yang handal dan kemampuan konektivitasnya membuat ponsel ini punya arti lebih dari sekedar smartphone”


Oleh vendor pembuatnya, ponsel ini disebut “smarter than a smartphone”, padahal bila ditilik tak ada bekal sistem operasi khusus yang melengkapi pada ponsel layar sentuh ini. Tapi tentu vendor punya alasan, tak lain karena Samsung S8003 mampu ”berpikir” cepat berkat adopsi prosesor berkecepatan 800 Mhz sebagai motor pengolah data. Inilah yang menjadi dasar Samsung S8003 diberi identitas sebagai Jet phone. Ponsel ini bisa disebut produk andalan Samsung di tahun 2009, mengingat peluncuran produknya yang cukup fenomemal beberapa bulan lalu di Singapura, London dan Dubai.

Produk kebanggan Samsung Mobile ini sarat fitur dan fasilitas tercanggih di kelasnya, sebut saja layar AMOLED, akselerometer, kamera 5 Mpix, HSDPA, WiFi, assisted GPS dan untuk pertama kalinya diperkenalkan Samsung web Dolphin browser. Meski tidak mengadopsi sistem operasi Windows Mobile, Jet dibekali kemampuan Microsoft Active Sync untuk memudahkan sinkronisasi data kalender dan kontak. Menurut rilis, Jet adalah ponsel pertama diluar Windows Mobile yang dibekali kemampuan sinkroniasi fitur Microsoft. Fitur lain yang juga dianggap atraktif yakni TV out, rekam video berkualitas DVD dan performa musik DNSe (Digital Natural Sound engine).



Desain
Layaknya iPhone, desain merujuk ke konsep full touch screen yang minim tombol instrumen. Tapi dibawah layar terdapat dua tombol untuk jawab dan akhiri. Ditengahnya ada tombol berbentuk kubus (heksagonal), berfungsi sebagai tombol “back”. Sisi belakang Jet diberi torehan garis-garis bernuasa reflektor. Pengujian : menjajal kemampuan beberapa tombol dan navigasi layar. Catatan : Jet mengadopsi hot swap, tapi untuk memasukan/mengeluarkan kartu memori harus membuka back cover. Usaha membuka back cover dilakukan dengan tarikan kuku.

Layar
Jet unggul mengadopsi layar AMOLED (active matrix organic light emitting diode) high resolution WVGA, dimana tampilan layar tetap terlihat jelas saat dipandang dari sudut samping dan dibawah cahaya matahari. Jet juga mengusung teknologi akselerometer untuk perpindahan visual layar otomatis dari portrait ke landscape, dan sebaliknya. Pengujian : mencoba respon Touch Wiz 2.0, user interface ini memberi efek sentuhan 3 dimensi serta 30 widget yang cukup menarik. Catatan : layar menggunakan teknologi resistive, artinya tetap bisa diakses lewat media non jari.

Kamera
Kelengkapan kamera Jet dapat diacungi jempol, selain kamera auto fokus 5 Mpix (2560 x 1920 pixels), fitur yang melengkapi terdriri dari flash LED, wide dynamic range, anti shaker, blink/face detection, smile shot, panorama, mosaic, macro, white balance, ISO, photo editor dan one finger zoom. Tak lupa juga ada kemampuan geo tagging. Pengujian : ambil foto dengan resolusi terbesar, plus menggunakan geo tagging. Catatan : untuk menggunakan geo tagging diperlukan waktu sejenak untuk aktivasi koordinat GPS.

Rekam Video
Jet juga kaya fitur pada menu rekam video. Resolusi video maksimal yakni 720 x 480 pixels yang bisa merekam 30 frame per detik, selain itu tersedia resolusi (VGA), 176 x 144 (QCIF), 320 x 240 (QVGA). Hasil rekam disimpan dalam format MPEG-4. Jet juga dapat memutar format video DivX (digital video express) dan Xvid tanpa perlu proses konversi. Pengujian : merekam dengan resolusi tertinggi, hasil sangat baik setara kualitas DVD. Catatan : hasil video dapat diteruskan lewat fasilitas TV out.

Internet
Jet adalah seri Samsung pertama yang dibekali fitur Samsung web Dolphin browser. Kebolehan browser ini diantaranya mendukung konten flash, multiple browsing, bookmark widget, multiple download dan ad blocker. Pengujian : menjajal kemampuan ad blocker, fitur ini dapat memblok tampilan iklan, sehingga trafik download data bisa lebih ringan. Catatan : browser dapat membuka sampai 5 jendela web secara bersamaan, tapi performa fitur ini pastinya ditentukan dari kualitas koneksi internet.

Dynamic User Interface
Selain Touch Wiz2.0, ada lagi navigasi yang juga menarik yakni media gate 3D. Fitur ini dapat diakses dengan menekan tombol shortcut disamping tombol kamera. Media gate 3D berupa kubus enam sisi, dimana tiap sisi terdapat pilihan menu berdasar genre. Pengujian : menjajal media gate 3D dengan memutar kubus, caranya dengan sapuan lewat jari. Dengan akses media gate 3D, pengguna lebih cepat mengakses menu-menu favorit. Lain dari itu, Anda bisa mengakses fitur dari 3 halaman di menu utama. Catatan : -


Pemutar Musik dan Radio
Pemutar musik terasa komplit dengan adanya fasilitas audio jack 3,5 mm. Pemutar musik dapat memutar format MP3/WMA/AAC dan WAV. Sedang kemampuan FM radio dilengkapi fasilitas rekam siaran. Tak lupa ada bekal pencarian musik lewat aplikasi ShaZam. Pengujian : mencoba menikmati musik lewat headset 3,5 mm dan speaker on. Catatan : untuk menikmati radio masih harus terkoneksi dengan headset. Kualitas musik lebih terasa jernih via headset. Aplikasi Shazam berjalan lewat akses internet.

Memori dan Prosesor
Untuk versi yang dijual di Indonesia, Jet dibekali memori internal 2 GB. Dimana 600 MB dialokasikan untuk aplikasi Java, dan sisanya disiapkan murni untuk storage. Sedang kapasitas maksimum Micro SD yang bisa digunakan hingga 16 GB. Prosesor Jet mengadopsi jenis Qualcomm MSM6246 800Mhz. Pengujian : menjajal akselerasi dan performa fitur secara multitasking. Dari pengujian empat fitur dapat bekerja baik secara bersamaan. Catatan : Jet memiliki jumlah multiply phonebook 2000 entri. Sedang kapasitas inbox SMS total 500 entri.

Email Messaging
Umumnya ponsel Samsung proprietary tidak menyediakan seting email yang praktis. Tapi lain dengan Jet, ponsel ini menyediakan akses setting yang sangat mudah untuk membuka akun email. Sekilas mirip dengan setting akun email di ponsel Windows Mobile. Pengujian : membuat akun email POP3 Yahoo dan Gmail, cukup masukan username dan password. Catatan : tersedia pengaturan block address/subject, pengaturan frekuensi polling, mulai dari per 30 menit sampai per 1 hari.

Kinerja
Sesuai dengan julukannya “Jet”, ponsel ini memang menunjukkan akselerasi fitur yang memadai. Ditambah untuk akses internet kian dinamis berkat dukungan WiFi b/g. Sebagai ponsel di segmen atas, Jet punya kemampuan untuk membuka dokumen dari Microsoft, bukan editing. Meski mempunya kemampuan TV out, dalam paket jual kabel audio video-nya dijual secara terpisah. Untuk pemanfaatan GPS, ponsel ini dibekali fasilitas Google Map. Terdapat pula widget Facebook yang merujuk ke situs http://m.facebook.com.

Kinera Baterai
Baterai Jet berkapasitas 1100 mAh (lithium Ion), walau baterai berkapasitas besar, ukuran dan bobot baterai ini kecil dan ringan. Kinerja baterai terbilang baik dan tak mencerminkan boros pada pemanfaatan fitur. Waktu siaga dalam moda 2G maksimum 422 jam, dan waktu bicara sampai 8 jam.

Spesifikasi
DESAIN Monoblok
DIMENSI 108.8 x 53.5 x 11.9 mm
BERAT 110 gram
RINGTONE Polifonik dan MP3
PROSESOR Qualcomm MSM6246 800Mhz
Sistem Operasi Proprietary
Jaringan GSM quad band dan HSDPA 900 / 2100

Memori
Internal 2 GB
Eksternal 16 GB (Micro SD)
Hotswap ada
Phonebook 2000
Call record ada
SMS record 500

Konektivitas
GPRS kelas 12 – 48 Kbps
EDGE kelas 12 -
HSDPA ada, 3.6 Mbps
WLAN/Wi Fi ada (b/g)
Bluetooth 2.1
Infrared tidak ada
Kabel Data USB 2.0 micro USB
PC Sync ada

(Sep09)