26 Jun 2012
HTC Droid Selamatkan Nyawa Manusia
25 Okt 2011
Ayu Ting Ting, Bintang Iklan Terbaru Samsung Mobile
Buat Anda penggemar Ayu Ting Ting, ada kabar terbaru bahwa artis cantik ini akan segera menjadi bintak iklan produk hape Samsung. Belum jelas, iklan Samsung seri apa yang akan dibintangi Ayu Ting Ting, tapi bocorannya si Ayu akan membintangi iklan seri middle-low end Samsung, alias untuk segmen harga hape Rp1 juta kebawah. Ayu Ting Ting menjadi artis kedua yang digandeng Samsung Indonesia untuk pemasaran hape low end, setelah sebelumnya ada Hudson yang digadang memasarkan hape Chat 322 dual on.
22 Okt 2011
Vendor Ponsel Lokal Berebut Margin Rp 30.000
Pasar ponsel di Tanah Air memang terbilang gurih beberapa tahun ini, lihat saja kemunculan vendor merek lokal, bak jamur di musim hujan, saban hari ada saja merek baru yang muncul di surat kabar dan media online, memberi geliat bisnis pada industri di Indonesia. Jumlah vendor pun meroket drastis, informasi dari Kominfo tahun lalu bahkan menyebutkan ada lebih dari 150 vendor merek lokal yang telah terdaftar.
22 Jul 2011
2 Penyebab Samsung Bada Loyo

Persaingan antar OS (operating system) pada smartphone kian tajam, setelah melewati babak 'penyisihan,' maka kini yang ada diurutan papan atas adalah OS Android, BlackBerry, dan iOS Apple. Sedangkan nama-nama besar seperti Symbian, Windows Phone, MeeGo, dan Bada berada di level kedua, atau sedikit tersingkirkan, khususnya dalam perspektif pasar di Indonesia. Apa yang menjadikan peta persaingan OS begitu dinamis? Tak ubahnya persaingan di arena politik, perubahan dan perkembangan inovasi begitu dinamis dan cepat. Android misalnya, OS besutan Google yang masih "seumur jagung" ini justru kini menjelma sebagai jawara.
Selain nama-nama OS yang branded, jangan lupa dengan Bada, yakni OS khusus yang dikembangkan oleh Samsung. Ide awalnya Samsung ingin membuat ekosistem aplikasi dan OS yang terintegrasi penuh, layaknya iOS dari Apple dan Symbian untuk Nokia. Tapi apa mau dikata, Bada yag baru berumur 3 tahunan, harus 'terpuruk' lemas. Baru lemas lho, bukan berarti mati lemas, jadi masih mungkin bangkit kembali.
1 Jul 2011
Symbian yang Bikin Bingung Jilid II
Setelah sebelumnya CEO Nokia, Stephen Elop, mengabarkan lewat Conversations.nokia.com (26/5/2011) bahwa, “pembaruan perangkat lunak untuk Symbian diharapkan akan terus dilakukan, setidaknya hingga 2016." Nampaknya ada pernyataan terbaru dari Elop yang menjelaskan hal sebaliknya. Tepatnya pada ajang Nokia Connection 2011 yang berlangsung di Singapura (21/6/2011), Elop memaparkan strategi ‘The Next Chapter’ yang menjelaskan langkah nyata Nokia di masa mendatang.
18 Jun 2011
Symbian yang Bikin Bingung

Dalam sebuah wawancara yang diposting oleh Conversations.nokia.com (26/5/2011), Stephen Elop, CEO Nokia mengatakan, “pembaruan perangkat lunak untuk Symbian diharapkan akan terus dilakukan, setidaknya hingga 2016." Penjelasan diatas merupakan informasi tambahan mengenai beralihnya Nokia menggunakan Windows Phone 7 sebagai OS utama smartphone mereka. Elop pada Februari lalu juga menegaskan bahwa Nokia akan mengedarkan 150 juta smartphone berbasis Symbian sebelum akhirnya beralih dari OS tersebut.
Buat saya ada sedikit "keanehan" dari informasi diatas, satu sisi informasi yang dipaparkan Stephen Elop begitu fair dan jujur tentang strategi kedepan. Tapi disisi lainnya, bukankah pernyataan si boss Nokia tadi bisa berbuah negatif pada perspektif pasar? Alasannya jelas, siapa sih yang mau membeli produk dengan harga premium lalu sudah ditakar masa pengembangannya. Memang sih tahun 2016 masih lama, tapi buat bahasa marketing rasanya itu bukan sinyal yang tepat diutarakan, terutama oleh orang dalam Nokia sendiri.
Sebagai informasi, Nokia saat ini masih cukup gencar mengusung platform Symbian, setelah era keluarga Symbian S60 dan symbian^3, kini tengah bergaung di pasar OS terbaru Symbian Anna dengan seri smartphone Nokia E6 dan X7. (Haryo Adjie Nogo Seno)
13 Jun 2011
Windows Mobile "Terjun Bebas"

Entah apakah ada kaitan dengan rencana penutupan pengembangan Windows Mobile (Winmo) 6.x pada pertengahan bulan depan. Rasanya ada gejala di pasar bila smartphone berbasis Winmo harganya mulai terjun bebas. Biasa dalam teori marketing, saat produk disebut-sebut bakal discontinue, maka harga produk tersebut umumnya akan melorot akibat imbas dijauhi oleh para konsumen.
Nah, benar atau tidak, saya lihat ini sudah terjadi pada salah satu produk Winmo keluaran Sony Ericsson (Soner), yakni Aspen yang mengusung Winmo 6.5. Soner Aspen yang diluncurkan pada tahun lalu, terakhir dijual dengan harga dikisaran Rp1.900.000, tapi sontak harganya melorot bersamaan dengan promo Soner di ajang ICS (Indonesia Cellular Show), smartphone hybrid touchscreen ini turun harja jadi Rp999.000,-. Sebuah penurunan harga yang cukup besar.
31 Mei 2011
Selamat Jalan Windows Mobile

Setelah beberapa tahun berjaya di segmen OS (operating system) smartphone, akhirnya Windows Mobile (Winmo), OS besutan Microsoft harus mengakhiri masa-masa jayanya dan segera tutup usia. Hal ini disebabkan pihak Microsoft tak akan lagi mengembangkan OS ini, artinya pihak developer tak lagi diberi akses untuk mengutak atik aplikasi untuk Winmo.
Meski begitu, layanan dan fitur terkait pendukung Winmo tetap bisa diakses oleh penggunanya. Sebut saja ada layanan toko online, Marketplace, dan cloud storage database lewat Microsoft MyPhone. Yang apes buat pelanggan tak ada lagi tawaran aplikasi dan update software untuk Winmo. Rencananya Microsoft akan menutup akses pengembangan Winmo pada 15 Juli mendatang.
Bagi saya pribadi dan mungkin buat para pengguna smartphone Winmo, ini adalah berita yang tidak menyenangkan. Winmo pada dasarnya OS yang sangat menarik, terutama untuk fitur office yang saya rasa masih lebih unggul daripada yang disediakan oleh kubu Android dan iOS Apple. Tapi apa mau dikata, karena tekanan persaingan pasar, para vendor-vendor besar pendukung setia Winmo mulai menganaktirikan Winmo, seperti HTC, Samsung, LG, dan Sony Ericsson. Utamanya penyisihan Winmo mulai terasa saat mulai maraknya OS Android di pasaran.
Lain dari itu, pihak Microsoft pun lebih condong untuk mengembangkan Windows Phone 7. Sebagai informasi, platform OS Windows Phone 7 dan Windows Mobile 6.x sangat berbeda, jadi keduanya tidak bisa dijembatani. Perbedaan ini terlhat dari user interface dan kompabilitasnya. Winmo untuk layar misalnya selalu mengacu pada jenis layar resistive yang performa sensor layar sentuhnya masih dibawah kemampuan layar kapasitif.
Habis Manis Sepah Dibuang
Hengkangnya jajaran smartphone Winmo tentu bukan kesalahan mutlak kesalahan vendor, dalam hukum pasar tentu ini hal yang lumrah. Tapi memang bila direnungkan rasanya langkah Microsoft menutup pengembangan Winmo kurang bertanggungjawab, pasalnya belum lama Microsoft menghadirkan versi OS Wimno 6.5. Vendor yang terlanjur menjual smartphone dengan tipe ini pun tak sedikit, sebut saja Samsung yang punya keluarga “Omnia” khusus bagi penempatan etalase ponsel yang berbasis Windows Mobile. Ada lagi Sony Ericsson di kelas Xperia yang pada seri X1 dan X2 masih mengusung Winmo.

Dalam catatan saya, smartphone Winmo 6.5 terakhir yang diluncurkan di Indonesia adalah Samsung B6510 Omnia Pro (qwerty), setelah itu Wimno tak lagi menampakkan batang hidungnya di pasar ponsel. Padahal bila dicermati sudah banyak pengguna ponsel Winmo di Indonesia, pertanyaannya, bagaimana nasib perangkat yang mereka gunakan? Apakah elegan apa yang dilakukan oleh Microsoft? Ingat pula bahwa ponsel-ponsel Wimno umumnya dijual pada harga menengah keatas.
Dampak Android
Serbuan Android si Robot Hijau memang tak bisa dibendung, ibarat kata pasar OS saat ini dikendalikan oleh Google. Para vendor yang sejatinya setia pada Winmo kini berpaling memberikan cintanya pada Android. Tentu ini lagi-lagi sah dilakukan, karena memang hukum pasar jual beli menghendaki demikian. Yang agak ironis bisa jadi adalah Symbian, OS terbesar sejak beberapa tahun ini pamornya terus turun.
Ketimbang gengsi berkongsi dengan Google, vendor asal Finlandia ini kemudian menyatukan kekuatan dengan Microsoft untuk menghadirkan smartphone Nokia dengan cita rasa OS Windows Phone 7. Apakah strategi duet Nokia Microsoft ini mampu menggeser Android? Jawabannya walahualam, kita lihat saja dalam beberapa bulan kedepan setelah produk Nokia Microsoft meluncur. Tapi masih ada yang lebih ‘tragis’, yakni OS Bada, sistem operasi besutan Samsung. Belum berumur 2 tahun, nampaknya Bada malah mulai dianaktirikan oleh Samsung, vendor asal Korea ini karena dorongan pasar malah lebih dominan menghadirkan smartphone dan tablet Android. Setelah Symbian, Windows Mobile, dan Bada, siapa lagi yang bakal jadi korban Android selanjutnya? (HANS)
6 Mar 2011
Windows Mobile Jadi "Istri Tua"

Windows Mobile atau yang kini dikenal dengan sebutan Windows Phone rasanya terus turun pamor, ibarat 'istri tua' yang ditinggalkan, para vendor smartphone pengusung setia platform Windows Mobile saat ini mulai memalingkan perhatian pada platform Android yang sedang mengalami permintaan tinggi (booming) di seluruh dunia.
Ibarat 'istri muda', platform Android menjadi fokus roadmap pengembangan smartphone di banyak vendor yang dulunya 'pendukung berat' platform Windows Mobile/Phone. Vendor yang dimaksud antara lain Samsung, HTC, Sony Ericsson, LG, Acer dan beberapa vendor lain yang masuk second tier. Sebagai catatan, Samsung dan HTC bisa disebut vendor yang punya portfolio produk Winmo paling banya hingga kini.
Samsung dua tahun lalu masih getol mengusung Omnia sebagai brand segmen seri smartphone windows-nya, tapi kini Omnia tak kedengaran lagi kabar pengembangannya. Saat ini Samsung beralih pada brand Galaxy untuk kelas smartphone Android. Begitu pun dengan HTC, vendor asal Taiwan ini punya kaitan kuat dengan Windows Mobile, tapi kini 90 persen produk smartphone HTC dirancang dengan platform Android. Agus Sugiharto, Country Manager HTC Indonesia mengatakan, "kami bukan meninggalkan windows mobile, tapi produksi Android lebih digenjot karena permintaan pasar lebih tinggi".

Dampak booming Android bukan hanya dirasakan kubu Windows Mobile, platform Symbian dari Nokia juga mengalami kelesuan pertumbuhan penjualan akibat tiupan si 'robot hijau'. Kubu Winmo dan Symbian bukan berdiam diri menghadapi hal ini, Winmo sudah mengusung versi Windows Phone 7, sedangkan Symbian dengan OS Symbian^3.
Indikator betapa pesatnya pertumbuhan Android bukan hanya bisa dilihat dari seri produk yang diluncurkan, tapi bisa juga dipantau dari pergerakan jumlah koleksi aplikasinya. Sebagai perbandingan, Windows Marketplace, toko online aplikasi Windows Mobile kini punya 9 ribu aplikasi, sedangkan Android Market kini sudah punya lebih dari 200 ribu aplikasi.
Bagaimana nasih Windows Mobile dan Symbian selanjutnya? Belum ada yang tahu pasti tentunya, tapi kira-kira aliansi strategis Nokia dan Microsoft baru-baru ini disinyalir tak terlepas dari upaya menghadang aksi agresif si robot hijau dan pastinya platform iOS Apple iPhone yang tak bisa dipandang enteng. Saya yakin Windows mobile/Phone tetap punya pasar, buktinya 2 juta lisensi platform ini, khususnya Windows Phone 7 sudah terjual. Tapi yang jelas Windows Mobile tak jadi platform prioritas pengembangan smartphone, apalagi Android kini tampil kian sempurna, tak cuma aplikasi hiburan yang digadang, kebutuhan aplikasi office yang selama ini jadi andalan Windows Mobile juga dihadirkan lengkap di Android dalam wujud konsol mini sampai kelas tablet. (Haryo Adjie Nogo Seno)
27 Feb 2011
Jalur Cepat dan Bebas Ribet Unreg SMS Premium

Mungkin cerita yang saya utarakan ini sudah basi, tapi ada baiknya untuk terus saling berbagi informasi dan mengingatkan untuk para pengguna layanan operator selular. Setiap hari pasti ada saja orang yang terjebak pada layanan konten premium yang disuguhkan para content provider (CP), wujudnya seperti terperangkap dalam sedot tarif SMS premium dan ring back tone (RBT) tanpa bisa atau sulit melakukan unreg atau unsubcribe pada layanan tersebut.
Seperti diketahui, 'jebakan' CP kian lihai, tak cuma pada tawaran reg layanan di jalur standar via iklan-iklan di media cetak/elektronik, tapi mulai pada 'jebakan' atau pemikat lewat embel-embel free download konten pada aplikasi-aplikasi, biasanya modus ini terdapat pada aplikasi chatting yang populer, sebut saja seperti eBuddy yang menawarkan konten Fans Mania.
Singkat cerita apa pun bentuknya, bila Anda mengalami kesulitan unreg dan pulsa terus tersedot, jalur paling ampuh untuk unreg adalah dengan menghubungi call center atau call center officer operator, silahkan request langsung untuk memutus layanan tersebut. Tak perlu ribet dan pusing-pusing. Pihak operator wajib mengambulkan permintaan Anda dan akan dikimkan notifkasi pemutusan layanan premium.
Perlu jadi catatan, tidak semua CP menginformasikan jelas proses unreg pada notifikasi SMS nya, bahkan identitas perusahaan pun kadang terkesan disembunyikan. Berdasarkan pengalaman pribadi, jangan langsung percaya request unreg ke pihak CP lewat telepon (jika ada informasi nomer telepon yaa, biasanya kalau ada pun Anda akan dibuat mumet untuk berbicara dengan call center CP...), tetaplah minta notifikasi unreg via SMS.
Sekali lagi jangan ragu untuk mengecek record transaksi pulsa Anda ke pihak call center, bagi pengguna pra bayar tentu ini adalah jalan paling ampuh, karena kartu pra bayar operator tidak menyediakan layanan print out penggunaan data layaknya pada kartu paska bayar.
19 Des 2010
Awas Jebakan “Konten Gratis” di eBuddy

Bagi penikmat dunia chatting, tentu sudah kenal dengan eBuddy, sebuah aplikasi chat gratis multi platform. Dengan multi plaform, eBuddy bisa mangakomodir para pengguna Yahoo Messenger, Google Talk, MSN Messenger, dan lainnya. Selain itu eBuddy juga kian kondang, sebab aplikasi ini relatif bisa digunakan di semua tipe ponsel, mulai dari kelas smartphone Android, Windows Mobile, Symbian sampai ponsel low end yang mengandalkan Java based.
Pengguna eBuddy hanya membayar koneksi internet ke operator, sedang download dan maintenance aplikasi bersifat gratis, untuk itu si pengembang mendapat pemasukan lewat konten iklan. Sewajarnya dalam teori digital marketing, konten iklan harus menarik, sehingga selain pengguna dapat melihat dengan nyaman, diharapkan tentu setelahnya pengguna mau mengklik iklan yang dimaksud. Salah satunya adalah lewat iming-iming download konten gratis dalam wujud sisipan banner.
Tentu sah-sah saja bila ada yang menawarkan download konten gratis, baik itu untuk nada dering, game, atau aplikasi lainnya. Tapi yang jadi soal, bila si pengguna sudah terkena ”jebakan batman” dari si CP (content provider). Salah satu CP eBuddy dari Indonesia misalnya, setelah pengguna yang iseng atau parahnya malah tak sengaja mengklik iklan, langsung dikirimi notifikasi berlangganan konten lewat SMS short number.
ilustrasi screenTapi malangnya, konten ramal berlangganan tiap minggu tersebut tidak diinformasikan cara meng-UNREG (keluar dari layanan). Memang masih ada nomer kontak untuk akses ramal ke nomer PSTN, tapi buat si korban tak mudah untuk bisa kontak langsung dan berbicara dengan customer service officer, alih-alih yang ada handling komunikasi ditangani berbelit oleh IVR (interactive voice recorder).
Tapi beruntunglah, dalam IVR disebutkan nama perusahaan yang dimaksud. Alhasil dengan informasi yang ada, saya coba googling tentang identitas CP dari ilkan tadi. Dan, akhirnya ketemulah portal resmi CP itu, dan dari situ saya dapatkan nomer kontak perusahaan yang ”benar-benar” bisa dihubungi, dari situ Alhamdulilah akhirnya bisa dilakukan UNREG untuk konten yang sebenarnya tak dikehendaki. Inilah sebuah pengalaman berliku di dunia digital, semoga kisah ini bisa jadi tips untuk keluar dari jebakan konten.
Sebenarnya cukup prihatin saat mendengar kisah para korban CP yang bendel, tak sedikit orang yang akhirnya harus rela mengganti nomer ponselnya, akibat saban hari atau tiap minggu pulsanya dipotong untuk konten yang tak jelas. Sudah lapor sana sini, termasuk ke operator tapi respon kurang memuaskan. Kalau sudah begini, sebenarnya siapa yang diuntungkan...?? (Haryo Adjie Nogo Seno)
22 Okt 2010
Layar AMOLED Lebih Mahal

Bila dicermati, ponsel dengan layar berteknologi AMOLED (Active-matrix organic light-emitting diode) memang baru beberapa gelintir yang hadir di pasaran lokal. Berkat layar AMOLED, performa visual layar ponsel bisa tampil lebih tajam dan lebih hemat energi. Tapi yang lebih utama, jenis layar ini sangat pas digunakan pada lingkungan outdoor, singkat cerita kalau menatap layar dibawah terik matahari, visual layar masih terlihat jelas. Inilah salah satu keunggulan komparatif AMOLED.
Tapi bukan perkara mudah buat tiap vendor mengadopsi AMOLED untuk smartphone terbarunya. AMOLED diketahui punya komponen harga lebih mahal ketimbang teknologi layar sebelumnya, contohnya seperti TFT (thin film transistor). Selisih harga komponen layar AMOLED dan TFT menurut sebuah sumber dapat mencapai US$12. Tentu ini membuat pihak vendor harus berpikir matang untuk mengadopsinya. Bila tak benar-benar smartphone 'spesial' tak mungkin dibekali AMOLED.

Itulah salah satu alasan, mengapa smartphone berbentuk tablet masih jarang dibekali AMOLED, dan masih bertahan dengan TFT. Tak lain untuk menekan harga jual ke konsumen. Beberapa vendor yang juga memproduksi sendiri layar AMOLED tentu lebih mudah mengimplementasi jenis layar ini, sebut saja seperti Samsung dan LG. (Haryo Adjie Nogo Seno)
14 Okt 2010
Lebaran, Pengguna BlackBerry Tinggalkan SMS

Kemajuan teknologi jelas membawa implikasi pada bergesernya gaya hidup. Salah satu yang nyata menjelang Lebaran yakni bergesernya gaya berkirim pesan ditengah masyarakat. Sebelum tahun 2002, ucapan Selamat Lebaran masih populer menggunakan jasa surat ber-perangko, tapi setelah dibukanya layanan SMS lintas operator dan berlakunya sistem SKA (sender keep all), gaya berkirim pesan Lebaran mulai bergeser. Walau pesan lewat surat tetap punya segmen sendiri, seperti di level korporat misalnya.
Dengan pola SKA, memberi 'hawa sejuk' bagi operator untuk memberikan tarif SMS yang lebih murah lewat bungkus program promo. Dahsyatnya penggunaan SMS saat Lebaran bisa dilihat dari antisipasi operator dalam menangani trafik. Sebagai ilustrasi Telkomsel menyebut kapasitas SMSC (Short Message Service Center) mencapai 80.000 SMS per detik dan Indosat dengan bilangan 900 juta SMS per menit.
Ditantang Instant Messaging
Meski life time SMS diperkirakan masih panjang, tapi bukan berarti layanan semiliar umat ini tak bisa digeser. Digeser dari segi trafik tentu tidak, tapi dari segi tren booming kini SMS reguler harus bersaing melawan popularitas instant messaging (IM). IM bukan juga sesuatu yang terlalu baru. Hanya saja gaung IM belakangan ikut merambat naik seiring laris manisnya penjualan ponsel pintar BlackBerry yang mempunyai fitur BlackBerry Messenger (BBM).
Penelusuran beberapa responden BlackBerry di Jakarta, mengindikasikan pemakaian BBM begitu populer, bahkan ada yang berani menyatakan jarang lagi menggunakan SMS. Salah satunya diungkapkan Faizal Adiputra, penggiat komunitas BlackBerry di Jakarta ini menyebutkan, setiap hari Ia hampir tak pernah lagi berkrim pesan lewat SMS. Hal senada juga diamini Febriati Nadira, Head of Corporate Communication XL, menurutnya pengguna BlackBerry umumnya sudah jarang berkirim SMS. Untuk XL sendiri 90 persen kapasitas bandwidth BlackBerry terbukti memang lebih dominan digunakan untuk chatting.
Sifat BBM yang interaktif, lintas roaming dan lebih 'menyenangkan' ketimbang SMS memang menjadi indikasi kuatnya tren ini. Ditambah pihak operator juga jor-joran menurunkan tarif paket BlackBerry, plus kualitas koneksi dan kapasitas jaringan yang kian memadai.
Sadar akan meningkatnya tren BBM yang berjalan di platform data, operator pun unjuk gigi dengan meningkatkan kapasitas bandwidth BlackBerry. Pada Lebaran ini Telkomsel menyebutkan telah meningkatkan kapasitas BB menjadi 600 Mbps, Indosat 1 Gbps dan XL 800 Mbps.
Namun secara umum, kejayaan SMS tetap akan berkibar terus, bahkan tren penggunaan SMS dipercaya bakal meningkat dua kali lipat di tahun ini. Boleh jadi tren SMS meningkat secara umum, tapi rasanya bakal menurun di segmen pengguna smartphone BlackBerry yang saat ini jumlah user-nya sudah mendekati 1,5 juta di Tanah Air. (Haryo Adjie Nogo Seno)
NB : Artikel ini juga telah dimuat di Okezone.com pada 9 September 2010 dengan link http://techno.okezone.com/read/2010/09/09/327/371475/327/lebaran-pengguna-blackberry-tinggalkan-sms
22 Jun 2010
Ponsel "Lokal" Belum Berstandarisasi CE

Hujan ponsel merek lokal memang mampu membius pasar di Tanah Air. Dengan harga yang relatif murah plus fitur memikat, ponsel merek lokal telah membetot perhatian konsumen di Republik ini yang sedang gandrung pada ponsel ber-genre qwerty dan touch screen. Tapi tahukah Anda, sebagian besar atau mungkin semua ponsel merek lokal besutan Cina belum mengadopsi standarisasi CE.
Umumnya tiap ponsel dari merek global sudah membubuhi produknya dengan logo “CE” pada board di deretan penampang kartu SIM. Ponsel-ponsel yang sudah membubuhi logo CE diantaranya seperti Nokia, Samsung, LG, Sony Ericsson, dan BlackBerry. Selain itu beberapa merek PDA dan smartphone lainnya juga telah diselipkan logo CE.
Apakah arti logo CE? Menurut Wikipedia, penandaan CE digunakan untuk produk yang disesuaikan dengan standar kesehatan Eropa. Tdak hanya terkait kesehatan, logo CE juga terkait dengan undang-undang keamanan dan perlindungan konsumen. Untuk memperoleh sertifikasi CE, setiap vendor harus mendaftarkan produknya untuk diuji dalam standar Eropa yang sudah baku.
Logo CE umumnya kita temui pada beberapa perangkat elektronik, seperti kulkas, radio, mesin, dan perangkat medis. Namun standar CE kini juga telah diperluas untuk produk kimia, kosmetik, mainan, dan bahan makanan. Terkait ponsel, standar CE diperlukan sebagai jaminan bahwa ponsel yang ditawarkan ke konsumen telah aman untuk digunakan, misalnya pada standar ambang radiasi dan jenis material yang digunakan.
Perlu dicatat, adanya logo CE tak menentukan kualitas sebuah ponsel, CE hanya terkait pada standar keamanan yang disyaratkan oleh negara-negara di kawasan Eropa. Vendor ponsel merek global asal Cina pun kini sudah membekali produknya dengan standarisasi CE. Seperti Huawei yang terbilang gencar memasarkan produknya di Indonesia. (Haryo Adjie Nogo Seno)
10 Feb 2010
SGH-i780, Smartphone Samsung Terlaris

Mau tahu seri smartphone terlaris Samsung di Indonesia? Jawabannya adalah SGH-i780. Ponsel yang kondang dengan sebutan IJBO ini memang bukan produk baru lagi. Ponsel ini statusnya kini sudah discontinue alias tak diproduksi lagi, setelah dipasarkan sejak 2 tahun lalu di Tanah Air. Pihak PT. Samsung Electronics Indonesia (SEIN) menyatakan SGH-i780 sebagai smartphone dengan penjualan terlaris. Diperkirakan populasi SGH-i780 mencapai 50.000 unit, belum termasuk SGH-i780 yang beredar secara BM (black market).
Angka penjualan tertinggi kabarnya setelah ponsel ini turun harga, disekitar Rp3,5 juta - Rp4 juta, setelah awalnya dibandrol Rp5,5 juta. SGH-i780 dipandang sebagai smartphone Samsung dengan fitur dan fasilitas terlengkap di kelasnya. Kemampuan hybrid, bisa touch screen dan keyboard qwerty konvensional dipandang sebagai pemikat utama ponsel yang masuk kelas PDA phone. Sisi menarik lain dari ponsel ini, sudah mengusung Windows Mobile 6.0 (bahkan bisa di upgrade ke 6.1), dan dibekali akses WiFi plus HSDPA.
Oleh para penggemarnya SGH-i780 disebut sebagai IJBO, dan menjadi satu-satunya smartphone Samsung yang punya wadah komunitas paling eksis, seperti di situs kaskus dan Facebook. Smartphone kedua terlaris Samsung di Indonesia ditempati oleh SGH-i600 Blackjack, dan peringkat selanjutnya ditempati oleh seri GT-C6625 Valencia. Ketiga produk ini sama-sama mengusung platform Windows Mobile. (Haryo Adjie Nogo Seno)
29 Okt 2009
Bedanya Samsung Corby TXT dan Corby Touch

Samsung Mobile baru-baru ini meluncurkan dua produk terbarunya di Jakarta, yakni seri Corby TXT dan Corby Touch. Dibaca dari penamaannya, sudah jelas Corby Touch adalah sebuah ponsel dengan teknologi layar sentuh. Sedang Corby TXT adalah sebuah ponsel QWERTY style yang mengunggulkan fitur teks messaging.
Meski beda teknologi, tapi kedua ponsel ini disatukan dalam sebuah cita rasa goresan desain yang serupa. Yakni mengacu pada desain layaknya pesawat stealth dan mobil balap Ferrari. Tapi lain dari itu, ada lagi yang cukup unik, kedua ponsel "bersaudara" ini punya perbedaan dalam bentuk charger, slot kartu memori dan audio jack.
Pada Corby TXT, untuk pertama kalinya Samsung mengadopsi jenis slot charger micro USB. Ini menjadikan Corby TXT tak perlu bergantung pada charger khusus Samsung. Sebaliknya Corby Touch mengusung jenis slot charger tipis standar Samsung, serupa dengan yang digunakan pada seri Samsung terpopuler, SGH-i780 (IJBO). Ada dugaan perbedaan jenis charger antara dua ponsel Corby ini disebabkan pihak OEM (Original Equipment Manufacture) yang berbeda. Corby Touch lebih mencerminkan produksi Korea Selatan, sedang Corby TXT lebih mirip buatan OEM Cina.
Selepas soal slot charger, perbedaan lain ada pada slot kartu memori. Pada Corby TXT tak dibekali fasilitas hotswap. Alhasil untuk mengganti kartu memori perlu melepas baterai, dan tentu ponsel harus dimatikan untuk itu. Sedang pada Corby Touch sudah dilengkapi hotswap. Lalu terakhir tentang audio jack. Corby TXT sudah dibekali fasilitas audio jack 3,5 mm. Sebaliknya Corby Touch masih mengandalkan slot gabungan dengan slot charger. Meski begitu, slot audio pada Corby Touch bisa disambungkan dengan connector audio jack 3,5 mm.
Sementara ini dulu tulisan saya, kalau ada informasi tambahan, mohon bisa di share pada penikmat Samsung lainnya. Terima kasih.
7 Sep 2009
Antara Nokia E71 dan Sandra Bullock

Hari minggu sore lalu, iseng-iseng saya menonton film The Proposal di bioskop 21. Selain dibintangi aktris Sandra Bullock dan aktor Ryan Reynolds, film komedi romance yang kocak ini menghadirkan sisi lain yang menarik dari segi perponselan. Pasalnya tokoh utama Margarate Tate (Sandra Bullock) tampak kentara memamerkan ponsel Nokia E71 white edition dalam beberapa scene. Sedangkan tokoh Andrew Paxon (Ryan Reynolds) tampak juga menggunakan Nokia N76.
Sudah lumrah bila vendor ponsel jadi sponsor pembuatan film, seperti halnya Sony Ericsson menjadi sponsor film James Bond. Nah, dalam hal ini apakah film The Propsal juga di sponsori oleh Nokia? Jawabannya tentu sangat mungkin. Apalagi Nokia punya kepentingan untuk mempopulerkan E71, paling tidak untuk melawan dominasi image BlackBerry di segmen QWERTY phone. Tapi yang aneh, kenapa Nokia N76 juga disertakan di film itu? Padahal rentang kemunculan E71 dan N76 cukup jauh. N76 sudah lebih lama keluar di pasaran.

Mengenai detail film, ada yang ingin saya share, meski The Proposal tergolong fim baru di bioskop Indonesia. Tapi akhirnya dapat dibuktikan (paling tidak) pembuatan film itu sudah berlangsung lama. Buktinya pada ajang Nokia Connection 08 bulan Juni 2008 di Singapura, salah satu visual presentasi produk Nokia E71 menampilkan kostum Sandra Bullock dalam film The Proposal. Nokia Connection 08 adalah ajang launching Nokia E71 dan E66 secara global. Jadi bisa dipastikan sudah ada kaitan antara Nokia dan Sandra Bullock jauh-jauh hari sebelum film dirilis di Indonesia.
Saya juga sempat melihat ikon Sandra Bullock saat presentasi produk di ajang Nokia World 08 di Barcelona bulan Desember 2008. Tadinya saya pikir, apa ikon foto Sandra Bullock dipajang secara candid, tapi ternyata semua itu terkait dengan bisnis :-)
22 Jul 2009
"BlackBerry Lokal" Dilengkapi WiFi

Ponsel lokal asal Cina kini sedang terkena deman "berry berry". Beberapa produk dari vendor lokal kini memang terkesan latah mengusung desain QWERTY khas BlackBerry (BB). Maklum pasar segala umur memang sedang gandrung pada rancangan QWERTY yang dipopulerkan keluarga ponsel BB ini.
Setelah pertama kali dipelopori oleh Nexian, berturut-turut beberapa vendor lokal juga tergiur merilis ponsel sejenis, yang sudah terdengar beredar adalah HT Mobile dan Mixcon. Menurut analisa pasar, dalam waktu dekat hampir semua vendor lokal dipastikan bakal meluncurkan ponsel bergaya BB dengan beragam fitur khas messaging.
Soal fitur memang ada kesan dihadirkan ala kadarnya, yang penting 'kebutuhan pokok' sudah dipenuhi dengan adanya kemampauan chatting, facebook dan email. Walau adopsi aplikasinya mengandalkan segala sesuatu yang gratisan, alias tanpa lisensi. Meski begitu lewat tawaran harga ekstra miring (Rp 1 jutaan), BB lokal punya kemampuan yang aduhai, sebut saja dual on GSM-GSM, FM radio, kamera VGA dan bluetooth stereo.
Yang lebih dahsyat, dikabarkan BB lokal sebentar lagi akan ditawarkan dengan penambahan fitur WiFi. Informasi ini bukan berasal dari gosip, melainkan sumber dari beberapa vendor lokal menyebutkan hal ini. Penambahan fitur ini dimaksudkan untuk memberi diferensiasi fitur antar BB lokal. Contohnya Mixcon memberi nuansa layar sentuh pada ponsel QWERTY yang ditawarkan. Menurut informasi, BB lokal dengan fitur WiFi ditawarkan dengan harga di kisaran Rp 2,5 jutaan. Dengan fitur ini, pengguna ponsel lokal nantinya bisa bergaya dengan memanfaatkan jaringan internet yang ada di hotspot-hotspot.
16 Jul 2009
Akhirnya Ada Angin Segar dari BlackBerry

Setalah melewati hari-hari menegangkan, tepat kemarin (15/7/2009) pihak RIM (Research In Motion) selaku pemegang merek ponsel BlackBerry memberi pernyataan segar, yakni RIM sangat senang oleh karena smartphone BlackBerry akan tetap dapat diimpor serta diperdagangkan di Indonesia. Dan sesuai komitmen dengan pihak regulator, pihak RIM telah berencana untuk menyiapkan pembukaan fasilitas perbaikan serta service center di Indonesia.
RIM sangat antusias dengan masa depan produk dan layanan BlackBerry di Indonesia dan berencana untuk melanjutkan investasinya di negeri ini guna memberikan dukungan kepada para pelanggan dan mitra-mitra RIM. Indonesia sendiri adalah salah satu pasar terbesar BlackBerry di dunia. Lewat sebuah siaran pers, RIM menyampaikan konfirmasi
bahwa RIM telah menandatangani perjanjian dengan PT Teleplan Indonesia untuk
penyediaan fasilitas dukungan perbaikan di dalam negeri bagi para pengguna
smartphone BlackBerry di Indonesia. Sebuah pusat fasilitas perbaikan di Jakarta dan
setidaknya 6 service center di berbagai wilayah di Indonesia dijadwalkan akan dibuka
pada tanggal 21 Agustus.
Kabar gembira ini merupakan hasil negosiasi antara pihak RIM dengan regulator (Depkominfo dan BRTI). Sebelumnya, vendor asal Kanada ini mendapat "sempritan" dari regulator bila tak kunjung membuka service center di Indonesia. Batas tenggat waktu peringatan dari regulator ditetapkan pada 15 Juli lalu. Selanjutnya, vendor iPhone dari Amerika Serikat akan diminta pula untuk membangun service center di Indonesia
9 Jul 2009
Dicari : "Country Manager Blackberry"

Bila akhirnya nanti Blackberry jadi menghadirkan service center resmi di Indonesia, bisa jadi selanjutnya akan diikuti dengan pembentukan jabatan country manager. Dengan adanya posisi country manager, menjadikan Blackberry sejajar dengan vendor yang ada di posisi papan atas, seperti Nokia, Sony Ericsson dan HTC.
Gosipnya saat ini beberapa orang dari operator nasional sedang dievaluasi oleh pihak RIM (Research In Motion). Tentunya disini adalah operator yang mengusung layanan Blackberry. Menurut nara sumber yang tak ingin identitasnya disebut, pihak RIM kini lebih concern lebih dulu untuk menggelar service center, mengingat saat ini regulator tengah gencar memaksa RIM untuk segera membuka layanan service center sebelum 15 Juli ini.
Tapi sebenarnya bukan persoalan mudah bagi RIM untuk menggelar service center dan membuka posisi country manager, tentu ini bukan karena alasan dana dan kemampuan teknis. Persoalannya lebih disebabkan platform bisnis RIM berbeda dengan vendor macam Nokia, Sony Ericsson, Samsung, LG, HTC dan Motorola. Vendor-vendor tersebut dalam pola penjualan dan distribusi menganut sistem open market.
Sebaliknya Blackberry disetiap negara dijual lewat bundling dengan operator, dipasarkan juga lewat gerai-gerai milik operator. Begitu juga dengan service center ditangani oleh gerai operator. RIM pun tak lazim memiliki country manager seperti Nokia yang ada di tiap-tiap negara. Jadi bila nanti ada country manager Blackberry di Indonesia, bisa jadi itu yang pertama di dunia. Menurut sebuah sumber, posisi setara country manager nantinya akan disiapkan untuk Blackberry di Indonesia, tapi modelnya benar-benar beda dengan yang ada di vendor-vendor pada umumnya.
Dengan adanya pejebat setingkat country manager sebenarnya dapat mempermudah pihak vendor dalam mengatur strategi pasar di lingkungan domestik. Urusan yang berkaitan dengan regulasi pastinya akan lebih mudah. Dan, tiap ada peluncuran produk baru, tak perlu ada oranng RIM yang harus didatangkan dari luar negeri.

