Tampilkan postingan dengan label Ekspedisi Alam Ponsel. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Ekspedisi Alam Ponsel. Tampilkan semua postingan

17 Mar 2010

Mengintip Layanan Selular di Negeri Para Mullah

















"Walau menguasai teknologi nuklir dan persenjataan modern, untuk penguasaan teknologi selular, Iran justru bertolak belakang. Tapi negeri Mullah ini tengah menyiapkan gelar layanan 4G"



Dari ratusan negara di dunia, tak banyak yang mampu menandingi popularitas Iran. Negeri kaya minyak ini memang sedari dulu mempunyai pesona kontroversi luar biasa. Semenjak tergulingnya rezim Mohammad Reza Pahlavi diakhir tahun 70-an, Iran dibawah pemimpin spiritual, Ayatollah Ali Khamenei, mengambil jarak yang tajam dengan dunia barat, terutama Amerika Serikat (AS) dan Israel. Hampir tiap saat terjadi perang urat syaraf yang berujung pada potensi aksi militer.

Kini Iran dibawah pimpinan Presiden Mahmoud Ahmadinejad tak kalah galaknya terhadap AS. Dengan niat membangun proyek nuklir untuk pembangkit tenaga listrik, Iran berani menantang hegemoni AS dan Israel. Inilah yang membuat Iran hingga kini selalu dalam keadaan siaga perang. Walau dikenakan beragam embargo, tapi hebatnya Iran tetap eksis dalam berbagai bidang, tak cuma pengembangan persenjataan, tapi urusan ekonomi dan adaptasi teknologi pun terbilang cukup maju, untuk ukuran negeri yang sedang di embargo.

Dalam kesempatan kunjungan selama 3 hari 2 malam di Tehran, Ibu Kota Iran, saya melihat sesuatu yang unik seputar tren telekomunikasi selular. Pengguna ponsel di Iran kini mencapai 41 juta, bandingkan penduduk Iran yang 70 juta jiwa, dengan tingkat penetrasi selular mencapai 37% per tahun. Di Iran terdapat 5 operator selular GSM, yakni Telecommunication Company of Iran (TCI), Telecommunication Kish Company (TKC), popular dengan sebutan KIFZO, TCI-Isfahan (Celcom), RIC dengan Taliya GSM900 sebagai provider layanan GSM pra bayar, dan Irancell Telecommunication – MTN Irancell. Tidak ada operator pengusung layanan CDMA, maklum teknologi CDMA dipasok oleh AS.

Kelima operator hingga kini belum menyiapkan layanan 3G. Bisa dikatakan layanan selular di Iran, terasa seperti di Indonesia saat era 90-an. Mungkin bagi Anda yang ingin nostalgia dengan layanan selular era 90-an bisa bertandang ke Iran. Untuk layanan data masih mengandalkan GSM/CSD/ HSCSD, hal ini didukung dengan masih adanya iklan “supporting Fax & Data 9,6 – 14,4Kbps”.

Walau demikian, layanan tambahan (Value Added Service) yang memanjakan pelanggan tetap ada, seperti News, Call conference, Current date, Quran, Poem, Call me back, dan End of Call Notification service. Ada yang harus diperhatikan bila mau mengisi pulsa, biasanya dibedakan berdasarkan warna (semisal : Red untuk 100,000 Rials; Blue untuk 200,000 Rials dan Yellow untuk 400,000 Rials).

Pemerintah Iran termasuk jeli memadukan bidang telekomunikasi dan wisata, ini diwujudkan dengan adanya menara telekomunikasi yang termasuk nomer 5 tertinggi di dunia. Borj-e Milad, adalah menara terpadu dengan ketinggian 435 meter dan merupakan karya insinyur dalam negeri. Di menara inilah berbagai macam media pemancar ditempatkan. Ada beberapa tower yang saya temui, namun pada area tersebut nyaris semua sinyal akan blank. Saya yakin tower tersebut adalah tower jamming, sepanjang perjalanan ada beberapa spot yang memang di-jamming, ini mungkin salah satu kekuatan dari kampanye perang elektronika atau electronics warfare.

Ada yang menarik seputar bisnis telekomunikasi, Telkom Indonesia ternyata pernah berencana untuk mengakuisisi atau sekedar membeli saham Iran Tel hingga lebih dari 50%. Namun kabar yang pernah bertiup santer itu akhirnya menguap, mungkin ada pertimbangan lain dari Telkom Indonesia, seperti kondisi politik internasional yang kurang menguntungkan.

Meski layanan selular GSM di Iran terkesan tertinggal, tapi negeri Mullah ini justru telah siap melompati teknologi 3G, ini dibuktikan dengan persiapan kehadiran 4G, seperti WiMax dan LTE (long term evolution). Banyak pelajaran dari langkah Iran yang patut ditiru oleh Indonesia, terutama dalam strategi membangun harga diri bangsa. Salah satu kunci sukses Iran karena negeri ini tak memiliki permasalahan energi listrik. Dengan aktifnya pembangkit listrik tenaga nuklir, Iran memiliki kemandirian energi. Melimpahnya energi pada akhirnya turut meningkatkan daya kreatifitas masyarakatnya. (Arief Setia Nugroho/Tehran, Iran)

5 Agu 2008

Mengintip Pasar Prabayar Terbesar di Eropa
















Siapa bilang dominasi pasar prabayar selalu milik negara berkembang. Buktinya Jerman, negeri yang kampiun dalam ekonomi dan industri maju justru menjadi pasar prabayar terbesar di Eropa. Layanan prabayar pun malahan sudah diterbitkan oleh institusi non selular.

Piala Dunia?...... tentu anda ingat akan negara dimana akan diselenggarakannya Piala Dunia 2006 ….. Jerman. Sekarang negara industri maju ini sedang bersolek untuk mempersiapkan penyelenggaraan piala dunia ini. Hampir disemua sektor ikut sibuk untuk melakukan persiapan sebaik baiknya. Begitu pun di sektor telekomunikasi tidak kalah sibuk untuk terus berbenah memperbaiki kekurangan yang mungkin ada.

Mencermati bisnis telekomunikasi di Jerman ada sesuatu yang khas dari negara ini, utamanya jika dibanding negara maju lain di kawasan Eropa. Jerman punya ciri khas dimana market pra bayar mencapai angka yang berimbang dengan paska bayar. Hal ini berbeda dengan negara tentangga Jerman, yang rata-rata di dominasi market paska bayar. Hampir semua operator di Jerman memulai operasinya sekitar awal tahun 90 an. dan dalam hampir kurun waktu 10 tahun ini, market penetrasi dari selular di Jerman sudah diatas 80 %. Ini merupakan suatu nilai pertumbuhan yang fantastis. Jumlah populasi penduduk Jerman sendiri hingga tahun lalu telah mencapai 82 juta jiwa.

Pasar selular di negara in dimulai dengan tumbuhnya pasar paskabayar, adapun teknologi yang digunakan adalah GSM (global system for mobile communication). Ini menjadi suatu keharusan bahwa teknologi yang diadopsi operator haruslan teknologi GSM. Hampir semua negara di daratan eropa menggunakan teknologi GSM sebagai platform tunggal untuk tekhnologi selularnya dengan tujuan untuk memaksimalkan interoperability.

Menurut data dari para konsorsium operator selular, Jerman adalah salah satu negara dengan pasar prepaid terbesar di Eropa. Hampir di seluruh operator selular memiliki pelanggan prabayar diatas 50%. Kartu paskabayar di Jerman juga merupakan salah satu produk yang digemari, sebab bagi anak muda atau kaum pelajar yang ingin memiliki telepon genggam lengkap dengan kartu SIM nya sangat mudah untuk memiliki, tidak memerlukan ijin dari orang tua mereka atau tidak memerlukan biaya yang tinggi.

Sedang disisi lain produk paskabayar kurang dapat berkembang cepat setelah proses birokrasi untuk membeli dan memilikinya juga sedikit masih berbelit belit, dikarenakan untuk membeli produk postpaid dari salah satu operator tertentu diperlukan proses dan persyaratan yang cukup rumit seperti, bank account, Slip gaji, surat keterangan dari perusahaan dan lain sebagainya, dan bagi yang tidak memiliki syarat kelengkapan tentu akan kesulitan menikmati layanan paskabayar.

Bagi industri pariwisata, keberadaan kartu pra bayar turut meningkatkan kemudahan bagi para wisatawan mancanegara yang datang berkujung. Sangatlah mudah untuk mendapatkan kartu prabayar. Kartu prabayar ini tersedia di berbagai kios , supermarket dan toko yang menjual alat telekomunikasi. Harganya pun sangat terjangkau dan relatif murah untuk kartu perdananya

Perlu Registrasi
Jika di Indonesia tengah digalakkan program resistrasi paska bayar. Begitu pula di Jerman, hanya saja di negeri ini program registrasi sudah berlangsung lama. Tujuan nya tentu sama yaitu untuk memudahkan dan memberikan jaminan keamanan berkomuinikasi. Untuk mendapatkan kartu prabayar, syarat yang diperlukan adalah memberikan fotokopi dari kartu identitas kita, dikarenakan menurut peraturan, semua pembeli kartu prabayar untuk operator manapun di Jerman diharuskan untuk di daftar atau di registrasi.

Adapun paket pra bayar ini di Jerman tersedia dalam 2 jenis, pertama adalah kartu prabayar yang dijual secara individual dan kedua dijual dalam bentuk paket bundling. Pola yang kedua ini dijual bersama dengan telepoh genggam. Hal ini dimungkinkan karena di Jerman, para operator menjalankan kerjasama dengan para produsen telepon genggam dan subsidipun diberikan kepada para konsumen yang membeli produk mereka dengan salah satu syarat bahwa mereka terikat kontrak selama 24 bulan. Hal ini menyebabkan jika kita melihat harga dari ponsel di pasaran Jerman terkadang membuat mata kita terbelala. Hanya dengan satu euro kita sudah dapat membawa pulang telepon genggam berikut kartu SIM nya.















Pilihan Isi ulang
Metode pengisian produk para bayar (isi ulang) di Jerman ini cukup memanjakan para konsumennya. Pulsa isi ulang ini tersedia hampir dimana-mana, dan ada pula mesin khusus yang berfungsi untuk mengisi ulang pulsa dari kartu prabayar, hebatnya mesin ini melayani tidak hanya satu operador tetapi juga dari berbagai macam operator di jerman, seperti T Mobile, Vodafone, E Plus dan O2. (lihat gambar). Pola operasi mesin voucher ini mirip dengan mesin ATM (automatic teller machine).

Hampir sama dengan di Indonesia, cara pengisian pulsa isi ulang pun mulai berubah dari menggunakan scratch method menjadi elektronik, dan cara ini lebih digemari dikarenakan lebih praktis dan effektif.

Ditawarkan oleh Bisnis Non Selular














Ada satu hal mengenai produk kartu prabayar yang akan saya ulas. Aldi adalah nama salah satu supermarket retailer yang besar di Jerman. Produk yang mereka jual pada dasarnya sama dengan produk yang terdapat di supermarket yang lain. Dari mulai sayuran hingga produk elektronik seperti Tv plasma. Pada tanggal 7 Desember 2005, Aldi meluncurkan produk kartu prabayar yang mereka namakan Aldi Talk. Ini membuktikan bahwa market kartu prabayar sedemikian attraktifnya sehingga industri yang bukan pada bidangnya pun ikut terjun ke dalam bisnis ini. Produk yang mereka tawarkan ini sangatlah murah. Rate yang dikenakan untuk pelanggan mereka adalah 0.05 Euro per menit/SMS untuk sesama pengguna Aldi Talk dan O.15 Euro per menit ke pengguna kartu dari operator lain. Harga dari kartu perdana Aldi Talk ditawarkan sama dengan kartu perdana dari operator lain yaitu 20 Euro, sudah termasuk pulsa senilai 10 Euro, atau paket berikut mobile phone dengan merek tertentu dengan harga 60 Euro, termasuk pulsa 10 Euro.

Maraknya persaingan di industri ini, khususnya di segmen prabayar membuat para operator berlomba lomba untuk membuat strategi marketing yang menarik dan juga jasa nilai tambah (value added service) untuk menarik para pelanggan mereka dan mencegah mereka pindah ke operator lain. Satu hal yang perlu dicermati di Jerman adalah kecenderungan masyarakat di sini untuk tidak cepat atau mudah berpindah dari satu kartu ke kartu lain, dan hal ini termasuk konservatif. Sedikit berbeda dengan tren yang terjadi di Tanah Air.

Kekurangan
Salah satu kekurangan dari prabayar adalah tarif untuk melakukan panggilan relatif lebih mahal dari pada kartu pascabayar. Tentu ini berlaku umum di mana pun. Sebagai contoh, salah satu kartu paskabayar membuat paket yang cukup murah dimana dengan paket homezone, misalnya di suatu daerah tertentu pelanggan cukup hanya membayar Eur 4.50 ditambah Euro 5.50 per bulan maka dapat menggunakan untuk SMS senilai Eur 0,19 per SMS kepada pengguna telepon selular di wilayah yang sama dan untuk melakukan panggilan didalam zona homezone akan dikenakan biaya sebesar Eur 0.03 sampai Eur 0.07 permenit. Cukup menarik bukan?

Jadi jika anda bepergian ke Jerman, tak perlu kesulitan untuk dan ingin mendapatkan kartu telepon selular lokal, dikarenakan sangat mudah untuk mendapatkannya. Bagi Anda yang bukan warga negara Jerman, cukup sertakan fotokopi Pasport untuk menikmati layanan prabayar di negeri yang terkenal dengan

Bravandi
(Koresponden dari Munich – Jerman) (Apr06)

27 Jun 2008

Nokia Party @ Padang square - Share More Experience More











Kuliselular @ Nokia Connection 2008

16 - 19 Juni 2008

Singapura memang negeri kecil yang bernasib sangat baik. Punya ekonomi bagus, rakyat yang hidup teratur dan selalu tertib pula. Karena itulah saban tahun negeri pulau ini selalu dipercaya untuk digelarnya beberapa hajatan besar, termasuk balap mobil F1 pun akan digelar dengan menggunakan badan jalan-jalan utama. Untuk urusan event komunikasi, ada Communicasia yang masih tetap eksis hingga kini.

model dan E66 white



Nah, berangkat dari kepopuleran Communicasia (yang telah jadi barometer eksibisi selular di Asia Tenggara). Vendor-vendor besar sudah barang tentu tak ingin kehilangan momen dalam setiap Communicasia. Salah satunya adalah Nokia, vendor ini sejak 4 tahun lalu secara rutin menggelar event yang dinamakan ”Nokia Connection” Isi event ini selalu memberi kejutan berupa peluncuran produk terbaru, aplikasi anyar dan beragam solusi lain terkait value added service.































Dua "anggota" baru E series


Untuk Nokia Connection tahun ini, keluarga E series yang menjadi pusat perhatian dengan diluncurkannya Nokia E71 dan E66. E71 adalah bagian dari keluarga QWERTY phone Nokia, masih satu famili dengan E61/E61i, kerena mengadopsi desain yang serupa. Sedang E66 mengikuti konsep sliding yang telah diadopsi pada E65. Fitur yang ditawarkan antara E66 dan E71 adalah sama. Hanya E71 lebih unggul untuk kapasitas baterai. Kedua ponsel juga dijual dengan harga yang sama, yakni 350 euro (sebelum lokal tax).
































model dan E Series


Peluncuran generasi E series terbaru ini terbilang unik, sebab dilakukan dalam tenda raksasa di area lapangan Padang (Padang Square), tak jauh dari Marina Square. Suguhan atraksi saat peluncuran terbilang memukau, terutama pada permainan cahaya lampu dan efek2 visual tentang perjalanan ponsel Nokia yang ditampilkan pada langit-langit tenda. Tak lupa model-model cantik dari Eropa menjadi praga ponsel yang menjadi obyek buruan para kuli foto, tak terkecuali kuli selular...hehehe.....

24 Jun 2008

WiFi on The Marina Bus















Saat menghadiri ajang Nokia Connection 2008 di Singapore (16- 19 Juni 2008). , saya kebetulan sempat menaiki salah satu bus charter dari Nokia yang dilengkapi akses WiFi. Bus dengan dua tingkat ini menyediakan akses hotspot WiFi (wireless fidelity) di tiap dek. Selancar internet via WiFi terbilang cepat saat menjajal dengan handset Nokia N82 dan E61i. Tapi sayang, rute bus canggih ini tak jauh, saya hanya sempat menaiki bus sepanjang rute hotel Oriental Mandarin ke lokasi singapore Flyer, yang sebenarnya masih di area Marina.

Jika dipikir-pikir teknologinya sederhana saja, untuk akses internet ke luar, di bus ditempatkan WiFi router sebagai hotspot dan tentunya modem HSDPA untuk koneksi ke jaringan operator. Di Indonesia sebenernya sudah ada bus model ini, namanya Cyber Bus milik PO. Nusantara, dengan kerjasama akses internet wireless broadband Indosat.

Nokia WiFi Bus















Bus canggih, nyaman dan akses WiFi gratis...asyiikk...

23 Mei 2008

Siap Melaju di Jalur mobile WiMAX











Pada 3-6 Desember 2006, saya menghadiri acara ITU (International Telecommunication Union) Telecom World 2006 di Asia World Expo - Hong Kong, Cina atas undangan PT. Samsung Electronics Indonesia. Berikut catatan perjalanan saya (Haryo Adjie Nogo Seno).


Publik rasanya belum selesai dibuai kehebohan 3G, tapi lewat terobosan baru diciptakan solusi yang lebih canggih yakni mobile WiMAX. Memungkinkan segala sesuatunya bisa berlangsung lebih cepat. Banyak operator dunia menunjukkan minat pada solusi ini, tidak ketinggalan operator dari Tanah Air.


Dibalik sejuknya hawa Hong Kong, ajang perhelatan ITU Telecom World 2006 mampu menampilkan daya pikat luar biasa bagi industri telekomunikasi dunia. Bicara penemuan teknologi telekomunikasi terbaru, kabel nirkabel, apa pun jaringan yang digunakan, semua bisa dilihat pada ajang akbar empat tahunan ini. Hong Kong yang kini bagian dari Cina sengaja dipilih menjadi tuan rumah ITU Telecom World atas permintaan pemerintah Cina yang akan menggelar lisensi 3G pada tahun 2007. ITU Telecom World 2006 mengambil tema “Living the Digital World” yang menggali konsep shared digital resources.

Disamping agenda forum dan konferensi yang cukup padat, ITU Telecom World 2006 menghadirkan terobosan terbaru dalam konsep teknologi mobile broadband. Maklum saja kedepan mobile broadband memang menjadi wahana penting komunikasi di seluruh dunia. Yang menjadi usungan bukan lagi 3G, seperti yang lagi heboh di Tanah Air. Melainkan teknologi sudah melompat ke WiMAX (wordwide interoperability for microwave access) dan HSUPA (high speed uplink packet access) yang masuk dalam platform 4G. Terminologi WiMAX kini memamg tak asing sebagai “dagangan” setiap vendor besar, tapi dalam ITU Telecom World 2006 baru pertama kali diperkenalkan mobile WiMAX berupa show case “nyata” keluaran Samsung Electronics. Mulai dari platform jaringan infrastruktur sampai perangkat ponsel WiMAX.

Ini sebuah loncatan teknologi, sebagian vendor-vendor dunia masih dalam tahap uji WiMAX, terutama Fixed WiMAX (802.16-2004), sedang mobile WiMAX (802.16e-2005) dari Samsung kini sudah diperkenalkan dan berjalan. Jika di Hong Kong mobile WiMAX masih show case, lain halnya di Korea Selatan. Lewat operator SK Telecom mobile WiMAX telah diluncurkan bulan Juli 2006 untuk area terbatas di kota Seoul. Menurut rencana solusi mobile WiMAX bakal berjalan di seluruh wilayah Korea Selatan pada tahun 2008. Implementasinya merupakan wujud kerjasama SK Telecom, Samsung Electronics dan Intel Corp. Di Korea solusi ini disebut dengan istilah WiBro (wireless broadband) service. Anggaran pengembangan WiBro SK Telecom terbilang sangat besar, setidaknya untuk menggelar layanan di 20 kota dan subway sudah disiapkan dana 117 miliar Won.

Dalam Forum Konferensi ITU Telecom World 2006, Ki Tae Lee, President and CEO Telecommunications Network Business Samsung Electronics menjelaskan bahwa trend IT sangat penting dicermati, kehadiran solusi konvergen antara jaringan online dan offline, kabel dan nirbakel, telekomunikasi dan broadcasting bisa menjadi warna baru dalam teknologi terbaru saat ini. “Yang kesemuanya bisa Anda peroleh dalam WiBro,” kata Ki Tae Lee.

Samsung SPH-9000

Keunggulan mobile WiMAX sudah teruji di beberapa operator, diantaranya mampu menyalurkan speed data tinggi dalam kendaraan berkecepatan 120 kilometer per jam. Di korea WiBro mendapat alokasi spectrum frekuensi 2,3 Ghz. Throughput data bisa dialirkan 20 hingga 30 Mbps dari satu base station dengan jangkauan hingga 5 kilometer. Penempatan teknologinya pun sesuai di lingkuran rural dan suburban. Dengan kecanggihannya, wajar jika mobile WiMAX menjadi aikon tak resmi dalam ITU
Telecom World.

Hingga saat ini Samsung telah melakukan uji WiMAX di operator KDDI (Jepang), BT (Inggris), Sprint Nextel (AS), TV A (Brazil), Omnivision (Venezuela) dan TI (Italia). Untuk wilayah Asia, selain Korea mobile WiMAX akan diperkenalkan di wilayah Cina daratan pada tahun ini. Meski belum diketahui nama operator penggunanya, dipastikan solusi canggih ini akan digelar operator lokal di beberapa propinsi Cina.

Samsung SPH-M8100

Obesesi Samsung di segmen broadband wireless access (BWA) bukan tanpa pertimbangan matang. Bryan Wang, analis dari In-Stat menyebutkan pasar mobile broadband terbilang tumbuh pesat, bisa dicontohkan pada pasar pengguna 3G yang di Asia Pasifik telah memiliki jumlah pelanggan lebih dari 130 juta. “Jika persoalan standarisasi dan interoperabilitas ponsel WiMAX sudah dituntaskan, bisa dipastikan permintaan solusi ini akan meningkat tajam, jika ini terjadi kedepan mobile WiMAX dapat mengancam eksistensi 3G,”, ujar Bryan Wang.


Samsung SPH-M1100

WiBro sampai saat ini menjadi leading teknologi dalam mobile broadband, berkat penggunaan jalur IP (internet protocol) based, teknologi ini tidak sulit untuk diterapkan cukup memanfaatkan aplikasi internet yang sudah ada. “Gelar WiBro yang relative simpel pada jaringan membuat investasi operator bisa ditekan,” papar Ki Tae Lee. Kemudian menjadi pertanyaan, apakah mobile WiMAX akan juga hadir di Tanah Air? Jawabannya jelas mungkin, baru-baru ini Kiskenda Suriahardja , direktur utama Telkomsel menyebutkan pihaknya berencana menggelar WiMAX pada tahun mendatang, meski belum dipastikan apakah memang untuk gelar mobile WiMAX. Ya mari kita tunggu saja gebrakan mobile WiMAX di Indonesia.

(Jan07)

17 Apr 2008

Mengintip 3G di Negeri Bavaria



















Jerman atau Republik Federal Jerman, salah satu negara industri terbesar di dunia dan juga salah sati negara dengan economi terkuat (PDB per kapita EUR 30,150)* dan juga salah satu negara dengan jumlah penduduk terbesar (kurang lebih 82 juta jiwa)* di antara anggota Uni Eropa (EU).

Tentunya anda dapat langsung mengingat beberapa merk terkenal dari negara Jerman, seperti BMW, Mercedes Benz sebagai produsen mobil terkemuka di dunia. Di negara yang dipimpin oleh seorang kanselir wanita, Angela Merkel ini, kualitas dari produk yang di produksi oleh negara jerman , tidaklah diragukan lagi.

Jerman memiliki banyak kota besar , Namur hanya ada 3 kota yang jumlah populasinya lebih dari satu juta orang, yaitu Berlin, Hamburg dan München (Munich). Seperti di kota kota besar lainnya , telekomunikasi juga merupakan suatu kebutuhan yang diperlukan oleh para masyarakat di Jerman.

Munich, adalah salah satu dari 3 kota besar dengan populasi yang cukup padat, sekitar 1,4 juta jiwa. Tidaklah sulit untuk menelepon di Munich , karena fasilitas telepon umum yang cukup memadai , baik dari segi jumlah maupun dari segi kualitas, hampir di setiap sudut kota pada umumnya maupun di fasilitas fasilitas umum , seperti halte bus, Stasiun maupun bandar udara, fasilitas ini tersedia dan hampir diatas 90% semuanya dapat digunakan.

Fitur maupun fasilitas yang ditawarkan oleh operator di Jerman sangatlah beragam dan adanya price war diantara para operator selular membuat jumlah dari telepon yang ditawarkan melebihi dari kapasitas permintaan dari pelanggan.

Hampir semua operator menawarkan paket 2G yang Sangat murah, yaitu dengan 1 Euro atau terkadang gratis, kita bisa membawa pulang HP terbaru lengkap dengan sim cardnya, Namur tetapi untuk mencegah churn rate, para pelanggan diharuskan untuk membuat kontrak dengan pihak operator minimal 24 bulan.

Dari pengamatan saya , terlihat hampir semua pengguna handphone di Jerman memiliki jenis model yang sederhana dan pada umumnya untuk voice maupun sms saja. Orang Jerman memiliki kecenderungan untuk hanya menggunakan telepon selular hanya untuk voice call atau SMS, dan mereka senang menggunakan mobile phone yang simple dan tidak terlalu sulit untuk digunakan.

Adapun dari data yang saya peroleh dari suatu sumber , mengatakan bahwa, Jerman memiliki hampir 72 juta pengguna telekomunikasi selular atau hampir sekitar 78 % tingkat penetrasi. Jerman merupakan salah satu negara dengan tingkat saturasi yang cukup tinggi untuk market selular. Di Jerman sendiri ada 6 operator selular yaitu T Mobile, Vodafone, E plus, O2, mobilcom dan debitel, dan semuanya memiliki lisensi 3G yang didapatkan pada tahun 2001. 3G di Jerman mulai di komersialkan pada sekitar tahun 2004 dan sampai akhir 2005 ada hampir sekitar 600,000 pengguna( subscriber)3G di Jerman (0,83%).

Adapun menurut saya ada beberapa factor yang mempengaruhi perkembangan 3G ini sendiri di Jerman, diantaranya adalah :

• Factor isu kesehatan dari efek penggunaan ponsel 3G
• Tingkat ketertarikan untuk para pengguna ponsel terhadap fitur-fitur 3G yang ditawarkan cukup rendah. Mereka cukup puas dengan hanya menggunakan voice call.
• Jenis ponsel 3G yang kurang menarik untuk ditawarkan
• Paket 2G yang cukup murah membuat para pengguna lebih tertarik dan cukup puas dengan voice call atau SMS saja

Berbeda dengan beberapa negara di Asia yang sudah menggunakan 3G tekhnologi, Jepang misalnya, di sana para pengguna dari kaum muda pada khususnya benar benar tertarik dan menggunakan fitur-fitur dari 3G dan mereka addicted terhadap 3G, sedangkan yang terjadi di Jerman adalah sebaliknya.

Saya mewawancarai 2 orang warga Jerman yang merupakan pengguna telpon selular yaitu Jens Keppler , yang bekerja sebagai konsultan IT dan Daniel Mandl, pemilik dari suatu perusahaan yang bergerak di bidang Event organiser, dan dari keduanya kami mendapatkan kesimpulan bahwa dalam keseharian mereka sehari hari , mereka sudah cukup puas dengan fasilitas yang dimilki oleh 2G teknologi yaitu Voice dan SMS. Ketika kami tanyakan mengenai kegunaan HP dalam menunjang aktivitas mereka sehari hari, mereka hanya menggunakan hp untuk voice dan sms. Ketika ditanya mengenai 3G , mereka tidak terlalu tertarik untuk memakai berbagai fasilitas yang ditawarkan oleh 3G teknologi.

Hampir semua operator selular di Jerman berlomba- lomba untuk menawarkan paket 3G yang menarik kepada para pengguna telpon seluar dan disamping itu hadiah menarik juga tak lupa ditawarkan oleh mereka. Paket 3G ini ditawarkan oleh salah satu operator berdasarkan jumlah pemakaian data , misalnya paket bulanan dengan kapasitas pemakaian data sampai dengan 1000 MB, mereka tawarkan dengan harga 104 euro ( sekitar 1,2 juta rupiah), sedangkan jika pemakaian data tersebut lebih dari kuota yang diberikan, maka pelanggan akan dikenakan harga 0,58 euro ( 6000 rupiah) per MB. Memang fasilitas ini cukup menarik, apalagi untuk Hp 3G sendiri, hanya dengan menambah 1 euro maka pelanggan akan diberikan satu buah HP 3G dengan merk Nokia atau Sonny Ericsson misalnya ( dengan kondisi minimum kontrak 24 bulan, dan selama itu pelanggan tidak diperkenankan untuk membatalkan kontrak).

Bagi para pengguna laptop, juga tersedia mobile datacard yang menggunakan 3G teknologi , dimana meskipun mereka tidak menggunakan jaringan broaband fix line (DSl) mereka dapat mendapatkan bandwith yang cukup tinggi. Hal ini cukup menarik bagi para eksekutif yang sering menggunakan internet dimana mobilitas mereka cukup tinggi. Dengan menggunakan data card ini para pengguna hanya dapat menggunakan jaringan 3G ini untuk komunikasi data saja. Sebagai contoh, paket yang ditawarkan untuk UMTS card ini adalah sebagai berikut : hanya dengan membayar 1 euro dan mengikat kontrak selama minimum 24 bulan, pelanggan sudah dapat menggunakan UMTS data card ini, biaya bulanannya pun cukup murah yaitu sekitar 7 euro ( didalamnya termasuk penggunaan selama 60 jam dan kapasitas pemakaian data 5000 MB, untuk kelebihan pemakaian , maka akan dikenakan biaya sebesar antara 0,25 euro samapi 1.9 euro per menit, tergantung dimana lokasi pemakaan mereka.

Wilayah cakupan jaringan 3G juga merupakan salah satu jurus pemasaran dari para operator 3G di Jerman. Salah satu operator tersebut bahkan mengklaim bahwa mereka meiliki jaringan terluas untuk 3G network mereka di Jerman, sehinga para pelanggan mereka tidaklah perlu khawatir dengan masalah yang akan mereka hadapi , blankspot misalnya.

oleh
Wendhyharto Kusumaatmadja (Feb06)

16 Apr 2008

Jalan-Jalan ke Dapurnya Siemens













Dari dapurlah masakan diracik, kemudian dimasak untuk selanjutnya dihidangkan. Begitu pula sebuah ponsel, diperlukan proses perancangan desain yang mantap. Hingga akhirnya tahap produksi masal dilakukan


Merancang dan memproduksi sebuah tipe ponsel ternyata membutuhkan proses yang panjang. Banyak tahapan harus dilalui untuk menghasilkan produk berkualitas tinggi. Mulai dari diskusi rancangan desain, perancangan model, pengujian material hingga produksi harus dilewati dengan sistem yang terpadu. Hingga akhirnya diharapkan produk yang dilempar ke pasar dapat diterima dan diserap dengan cepat. Itulah gambaran sekelumit dari proses kerja dari sebuah vendor ponsel ternama di dunia, Siemens Mobile.

Dalam rangkaian perjalanan ke Jerman, penulis berkesempatan mengunjungi biro desain ponsel Siemens (designafairs) di Munich, dan salah satu pabrik ponsel Siemens di Kamp Lintfort. Baik designafairs dan Kamp Lintfort merupakan instalasi yang teramat penting bagi Siemens. Untuk itu mengunjungi lokasi tersebut bukanlah sesuatu yang mudah. Penulis harus melalui prosedur keamanan yang sangat ketat. Maklum di industri ponsel rawan penyadapan dan spionase.

Proses hadirnya sebuah ponsel Siemens berasal dari designafairs. Biro desain yang memiliki tenaga 40 staff ini telah berjasa dalam membidani perancangan berbagai ponsel Siemens di seluruh dunia. Tidak kurang hingga saat ini sudah 33,3 juta ponsel Siemens sudah terjual, yang merupakan karya kebanggaan designafairs. “Disini kami menghasilkan berbagai macam kreasi desain ponsel yang disesuaikan dengan kebutuhan konsumen”, ungkap Ulrich Skrypalle, vice president of designafairs.



Tahap kerja dimulai dari brandstroming antar designers, mengenai tema rancangan apa yang akan dibuat. Kemudian dilakukan tahap membentuk rancangan desain baik di kertas maupun di komputer. Dari sana dibentuk dummy yang sesuai dengan hasil rancangan. Selanjutnya pemilihan jenis material yang akan digunakan di ponsel, seperti campuran bahan plastik dan tekstur warna. Pemilihan komposisi warna pun sangat detail diperhatikan, bahkan mengandung nilai filosofi tersendiri. Bagaimana sisi fungsional ponsel ketika dalam genggaman tangan, kenyaman jempol dalam pengetikan juga diperhitungkan disini.

Designafairs banyak menghasilkan rancangan ponsel yang revolusioner, bahkan beberapa rancangan terbilang unik seperti ponsel berbentuk kartu dan jam. Bahkan ada ponsel yang dirancang untuk sekali buang. Walau belum tentu dikomersialkan, tapi ide-ide designafairs patut juga dipertimbangkan sebagai ponsel generasi masa depan.

Setelah hasil rancangan berhasil melalui pengetesan, uji material dan komersial. Maka tahap proses selanjutnya yakni dimulai nya proses produksi. Urusan produksi ini tentu diserahkan kepada pabrika ponsel yang berada di Kamp Lintfort.

Kamp Lintfort
Siemens mempunyai tiga lokasi pabrik ponsel di seluruh dunia. Pertama di Kamp Lintfort- Jerman, kedua di Shanghai-Cina dan di Manua-Brazil. Kamp Lintfort terletak di daerah persawahan pinggir kota dengan luas 100 hektar, lokasi dapat ditempuh selama 1 jam perjalanan dari kota Dusseldorf. Walau tempatnya terpencil, Kamp Lintfort merupakan pabrik ponsel terbesar milik Siemens. “Sejak didirikan November 1962 sudah banyak perangkat elektronik yang dihasilkan, namun kami baru mulai memproduksi ponsel GSM pada bulan Oktober tahun 1991, tepat pada saat era kelahiran teknologi tersebut”, papar Herbert Stuker, internal communication Siemens Mobile.


Proses produksi di Kamp Lintfort terbilang cukup lengkap, dan hebatnya hampir sebagian besar pengerjaan dilakukan otomatis oleh robot. Teknisi yang terlihat hanya berperan sebagai pengawas jalan nya produksi. Diantara proses kerja otomatis yakni pemasangan micro chip pada komponen PCB (printed circuit board) dengan sinar laser, perakitan hardware kamera, LCD dan instal software. Luar biasa, semua dilakukan dengan cepat dan akurat. Terlihat disana hanya pekerjaan packaging yang masih dilakukan secara manual. Saat kunjungan terlihat aktifitas produksi besar-besaran seri Siemens SL65. Herbert Stuker menjelaskan bahwa rata-rata dalam satu hari Kamp Lintfort memproduksi tidak kurang dari 5 ribu unit ponsel. Dengan jumlah karyawan terakhir mencapai 1967 orang. “Kapasitas produksi dapat kami tingkatkan sesuai permintaan, dan tenaga kerja akan kami optimalkan dalam over time”, ujar Herbert Stuker.

Diakui oleh Herbert Stuker bahwa produksi terbesar ponsel Siemens adalah seri C, oleh karena permintaan sangat tinggi. Terutama pada masa beredarnya varian seri Siemens C 35/45/55. Siemens nampaknya cukup siap dalam membangun industri dari hulu ke hilir, buktinya mesin produksi di Kamp Lintfort merupakan buatan Siemens sendiri. “Kami bangga bahwa mesin produksi ini juga digunakan oleh kompetitor Siemens”, papar Herbert. Sayang Herbert tidak mau menjelaskan siapa sang kompetitor itu.


Proses produksi boleh saja dilakukan dengan terpadu, tetapi tantangan tetap harus disikapi dengan waspada. Setidaknya ada dua hal penting yang harus dicermati, yakni memastikan produksi berjalan dengan kualitas yang baik. Dan fektor pengiriman (delivery) ke pasar juga harus lancar. Selama 3 jam kami berkesempatan meninjau dari dekat Kamp Lintfort yang bernilai aset 500 juta Euro. Banyak pengalaman dan informasi diperoleh dari Kamp Linfort. Alangkah bangganya jika suatu saat kelak Indonesia dipercaya sebagai tempat memproduksi ponsel berkualitas tinggi. Selain transfer teknologi, kesempatan kerja pun pastinya akan bertambah.

Kuliselular dalam kunjungan ke Kamp Lintfort - Jerman (Sept04)