
Jakarta, 31 Juli 2009 – Pelanggan BlackBerry Indosat kini dapat menikmati akses yang lebih cepat dan besar setelah Indosat kembali meningkatkan kapasitas link-nya ke RIM (Research In Motion) dari 20 Mbps menjadi 50 Mbps, yang berarti meningkat sekitar 150% dari kapasitas semula. Peningkatkan kapasitas ini merupakan kelanjutan dari peningkatan kapasitas link yang sudah dilakukan pada bulan Maret lalu dari 10 Mbps menjadi 20 Mbps. Peningkatkan menjadi 50 Mbps ini semakin mengokohkan posisi Indosat sebagai pelopor layanan BlackBerry di Indonesia yang memiliki kapasitas backbone ke RIM terbesar di Indonesia.
“Upaya kami untuk meningkakan kapasitas link ini tidak lain untuk meningkatkan kualitas layanan BlackBerry kami kepada pelanggan, sehingga mereka dapat menikmati akses layanan yang makin cepat dan dapat diandalkan,” demikian disampaikan Guntur S. Siboro, Chief Marketing Officer Indosat.
Peningkatkan kapasitas backbone ke RIM ini juga dilakukan Indosat sebagai bagian dari antisipasi terhadap tren penambahan pelanggan BlackBerry di Indonesia. Pelanggan BlackBerry Indosat sendiri saat ini terus mengalami peningkatan yang signifikan dari waktu ke waktu. Peningkatan kapasitas dibutuhkan untuk memenuhi kebutuhan bandwith khususnya link ke RIM sehingga layanan yang diberikan dipastikan memiliki kecepatan akses yang maksimal dan memuaskan pelanggan.
Indosat berkomitmen untuk terus meningkatkan layanan BlackBerry baik dari sisi jaringan maupun layanan nilai tambah. Terakhir Indosat menghadirkan paket spesial untuk pembelian BlackBerry® StormTM yang telah dilengkapi dengan konten tambahan video clip, full track song dan true tone lagu–lagu top dari artis Indonesia seperti RAN, D’Massive dan lain–lain.
Indosat juga menghadirkan berbagai aplikasi BlackBerry yang dikembangkan Indosat, sebagai nilai lebih layanan BlackBerry yang khusus hanya bisa dinikmati oleh pengguna BlackBerry Indosat, dimana pelanggan BlackBerry Indosat dapat mendownload berbagai macam aplikasi seperti i-Berry untuk theme BlackBerry, Aplikasi Muslim seperti Qur’an digital dan Hadist, Aplikasi i-stock, RTI Mobile dan IDX Mobile untuk informasi saham dan valuta mata uang asing secara real time, Arena Games berisi games–games seru dan Arena Music untuk video musik artis–artis top Indonesia.
“Sebagai pelopor layanan BlackBerry di Indonesia, kami berupaya untuk selalu menghadirkan program khusus yang memberikan nilai tambah kepada pelanggan dan calon pelanggan BlackBerry Indosat, sehingga mereka dapat menikmati berbagai pengalaman dan kemudahan dalam menggunakan layanan BlackBerry”, tambah Guntur S. Siboro.



Ada kabar gembira bagi penikmat ponsel outdoor, pasalnya tak lama lagi PT. Samsung Electronics Indonesia (SEIN), selaku pemegang merek Samsung di Indonesia akan segera meluncurkan Samsung B2100 Xplorer. Ponsel outdoor ini jelas berbeda dari seri ponsel-ponsel outdoor yang sudah diperkenalkan sebelumnya. Ponsel candybar anti air ini bisa digunakan untuk memotret di kedalaman lebih dari satu meter dan dapat bertahan hingga 30 menit. Keunggulan lain dari Samsung B2100 Xplorer terletak pada fitur Military Standard 810F, sehingga membuatnya tahan banting, anti debu, serta tahan dalam suhu yang ekstrim sekalipun. Tersedia dalam kombinasi warna hitam dan merah. Rencananya ponsel ini akan segera diluncurkan pada awal bulan Agustus 2009, gosipnya ponsel tangguh ini bakal dijual dengan harga kisaran 3 jutaan.

Spesifikasi:
Dimensi : 113 x 48.9 x 17.4 mm
Berat : 102.8 gram
Layar : TFT 256K colors, 120 x 160 pixels, 1.77 inches
Jaringan : GSM 850 / 900 / 1800 / 1900
Memori : Internal 7MB, Eksternal microSD (TransFlash), up to 8 GB
Kamera : 1.3 MPix, 1280 x 1024 pixels, flash
Konektivitas : GPRS, EDGE, Bluetooth A2DP, USB
Fitur Lain : SMS, MMS, WAP 2.0/xHTML, Stereo FM radio with RDS, MIDP 2.0, Shock, water and dust resistant (IP57, MIL-STD-810F), Noise cancellation with dedicated microphone, Flashlight, MP3/e-AAC+/WMA/WAV player, MPEG4/3GP/M4V player.

Sehungan dengan rencana kedatangan seri BlackBerry terbaru, yakni Gemini. Pihak RIM hari Rabu lalu (29/7/2009) mengirimkan pernyataan resmi tentang penunjukkan distributor dan importir terkait untuk produk BlackBerry Gemini. Berikut petikan release resmi dari pihak RIM.
"RIM mengumumkan rencananya untuk meluncurkan smartphone BlackBerry® Curve™ 8520 di Amerika Serikat dan Eropa pada bulan Agustus ini. RIM juga berencana untuk segera meluncurkan model smatphone terbaru ini di Indonesia tak lama setelah itu melalui distributor dan importir resminya yang telah ditunjuk:
o PT Indosat TBK
o PT Indosat Mega Media
o PT Telekomunikasi Selular
o PT Malifax Indonesia
o PT Excelcomindo Pratama TBK
o PT Erajaya Swasembada
o PT Natrindo Telepon (AXIS)"

Dikala badai krisis datang, lumrah bila vendor ponsel terbesar menjadi barometer kondisi pasar. Strategi bertahan mutlak diterapkan untuk tetap eksis sebagai jawara nomer satu
Bicara krisis ekonomi global serasa tak ada habisnya, melihat dampaknya jelas membuat hati miris, jutaan pekerja dari beragam industri mengalami pemutusan hubukan kerja (PHK), pertumbuhan ekonomi sudah pasti melambat. Bila dikaitkan dengan segmen industri ponsel, pasti hasilnya sudah bisa ditebak. Tak satupun vendor ponsel yang kebal pada krisis ekonomi saat ini.
Bahkan untuk kelas vendor raksasa seperti Nokia, badai krisis langsung berimbas keras. Problem krisis inilah yang kemudian disampaikan oleh Timo Ihamuotila, Executive Vice President Global Sales Nokia, saat kunjungan kerjanya di Jakarta awal bulan Mei lalu. Menurut petinggi Nokia dari Finlandia ini, volume pasar ponsel Nokia pada tahun 2009 mengalami penurunan sebesar 10 persen dibanding tahun 2008. Imbasnya langsung berdampak pada segmen smartphone. Seperti diberikan dalam laporan riset Gartner 11 Maret lalu, pertumbuhan penjualan smartphone Nokia mencapai minus 16,8 persen.
Ihamuotila menjelaskan penjualan Nokia di kuartal pertama tahun ini adalah 93,2 juta unit, dengan perkiraan pangsa pasar mencapai 37 persen. Di tahun 2008 total penjualan seluruh ponsel Nokia global mencapai 468 juta unit, dimana 60 juta diantaranya berasal dari kelas smartphone. Dengan penurunan pangsa pasar di tahun ini, Nokia harus berupaya keras untuk tetap bertahan sebagai pemain utama di industri. Salah satunya dengan terpaksa melakukan PHK pada ribuan karyawan di seluruh dunia. ”Tapi tak semua negara terkena kebijakan PHK, Indonesia yang menjadi 10 negara penyumbang penjualan terbesar, dipastikan aman dari kebijakan ini,” kata Ihamuotila.
Strategi lain yakni melakukan fokus efisiensi pada bidang pengembangan riset, terkait krisis Ihamuotila menyebut tentu ada penyesuaian pada anggaran penelitian dan pengembangan teknologi, ”tapi kami memastikan prioritas anggaran riset di Nokia masih jadi yang terbesar di industri ini,” ujar Ihamuotila tanpa memberi informasi besaran anggaran yang dimaksud.
Dalam badai krisis tak melulu diisi dengan kabar pilu, dalam sesi wawancara, Ihamuotila menyebutkan pasar layanan email Nokia meningkat pesat, termasuk di dalamnya penggunaan Nokia messaging. Bahkan Indonesia menjadi negara terbesar pengguna layanan email OVI, yakni mencapai 250 ribu pengguna. Konsep penerapan mobile email memang menjadi salah satu fokus dalam strategi meraih pasar di Indonesia, dimana setiap ponsel, termasuk entry level nantinya bisa terhubung dengan fasilitas internet dan email. Timo Ihamuotila menambahkan, masih rendahnya penetrasi internet berbasis kabel merupakan peluang tumbuhnya mobile internet di negara berkembang, termasuk Indonesia.
Walau krisis global berimbas keras di segmen smartphone, pihak Nokia melaporkan seri 5800 Xpress Music sebagai ponsel penyumbang pendapatan terbesar, hingga kuartal pertama tahun ini sudah dipasarkan 2,6 juta unit. Krisis boleh saja ada, tapi penetrasi smartphone di Tanah Air nyatanya tetap tinggi, dibuktikan dari gurihnya penjualan BlackBerry dan iPhone. Hadirnya dua jenis smartphone tadi jelas membuat pasar smartphone Nokia tergerus. ”Tapi kami yakin untuk mempertahankan sukses pasar smartphone di Indonesia, tunggu saja bulan Juni mendatang, N97 akan menjadi produk yang akan menggetarkan pasar, yang jelas setiap kali meluncurkan produk, kami berusaha menyiapkan solusi layanan yang sesuai dan tepat sasaran,” kata Ihamuotila menutup pembicaraan.
(Jun09)