31 Des 2008

Garmin Segera Luncurkan Ponsel Android




Vendor perangkat GPS (Global Positioning System) ternama, Garmin, kabarnya akan meluncurkan produk ponsel pintar di tahun 2009. Produk yang bernama Nuvifone ini berjalan dengan mengadopsi sistem operasi Android. Belum banyak yang bisa dikupas dari kecanggihan fitur Nuvifone, tapi menurut sumber dari www.telecomasia.net, Nuvifone dilengkapi dengan teknologi layar sentuh berukuran 3,5 inchi. Untuk akses Internet diketahui Nuvifone mengadopsi akses HSDPA (High Speed Downlink Packet Access).

Nantinya pada layar Nuvifone akan terjadi tiga ikon utama, yakni Call, Search dan View Map. Dengan basis kecanggihan Garmin, Nuvifone pada versi awal akan dijual dengan Map embedded untuk wilayah Amerika Utara/Tmur dan wilayah Eropa Barat. Pihak Garmin menjanjikan banyak POI (Point of Interest) yang akan dibenamkan dalam perangkat terbarunya. Disebutkan pula, Nuvifone akan menjadi ponsel pertama yang dibekali dengan kemampuan Google local Search.

Nuvifone rencananya akan mulai dipasarkan pada kuartal kedua tahun 2009 di Taiwan. Tony An, Marketing Director Garmin’s Asia Pacific menyebutkan, proses produksi Nuvifone akan menggunakan pola outsource ke OEM (Original Equipment Manufacture). Menurut desas desus, Nuvifone baru saja mendapat pengesahan uji oleh FCC (Federal Communications Commission) di Amerika Serikat untuk beroperasi di frekuensi 1900 Mhz dan 850 Mhz.

Kendali Browser Tanpa Gerakan Jempol




















Jari jempol kadang dibuat pegal saat browsing di layar ponsel yang kecil. Teknologi motionized menawarkan kemudahan baru, jari jempol lebih bebas, pandangan mata pun lebih nyaman.


Keberadaan suatu ponsel rasanya tak bisa lepas dari dukungan tombol navigasi, dengan tombol navigasi selancar ke segala menu bisa dilakukan dengan cukup mudah, seperti tombol navigasi empat arah terbukti hingga kini populer digunakan oleh hampir semua vendor. Evolusi teknologi navigasi pun terus berkembang, seiring waktu berjalan dikenal konsep trackball navigation, scroll navigation hingga optical mouse. Belum lagi di kelas PDA phone, konsep touch screen tentu punya keunikan tersendiri.

Lepas dari solusi diatas, belum lama ini Real Eyes3D, developer software kamera asal Perancis, memperkenalkan motion based navigation. Solusi yang diberi nama dagang Motionized ini mengusung kemudahan selancar navigasi saat melihat halaman web, tampilan foto dan melihat peta. Pengguna tak bakal lagi mengalami "keram" jempol saat bernavigasi dalam waktu yang lama. Cukup gerakan body ponsel ke atas, bawah, kiri dan kanan. Otomatis view layar akan menuju titik gambar yang dituju, hal ini sangat bermanfaat untuk melihat detail gambar peta atau materi dalam format Pdf. "Ukuran layar ponsel yang kecil memang menjadi kendala untuk mewujudkan visual yang nyaman, terutama pada imaging dan browsing", ujar Benoit Bergeret, CEO dan pendiri Real Eyes3D.

Cara Kerja Motionized
Solusi ini bekerja dengan memanfaatkan teknologi kamera di ponsel, yakni lewat penambahan sistem sensor gerak pada prosesor kamera. Pergerakan ponsel pada dasarnya adalah perubahan sudut pandang lensa terhadap suatu obyek. Motionized juga tidak menggunakan teknologi akselerator yang dinilai masih mahal. Hal inilah yang menjadi poin penting cara kerja motionized.

Lewat perhitungan koordinat dan algoritma, lensa kamera akan menangkap setiap gerakan ponsel, yang selanjutnya memerintahkan software menjalankan motionized. Sudah barang tentu, lensa kamera akan aktif secara tersembunyi saat motionized dijalankan. Secara umum konsepnya hampir sama dengan shake control di ponsel Walkman Sony Ericsson, hanya fungsi shake control khusus untuk mengendalikan musik.

Adaptasi di Ponsel



Keunggulan lain dari motionized yakni bisa ditanamkan di berbagai jenis ponsel kamera, mulai dari high end hingga low end, juga tak memandang tingkat resolusi lensanya. Dalam release disebutkan, sebuah ponsel tak memerlukan penambahan hardware untuk menjalankan motionized. Alhasil motionized mulai dilirik beberapa vendor. Samsung Mobile menjadi vendor pertama yang menggunakannya lewat seri SCH-A990 dan Samsung Instinct (the iPhone Killer) SPH-M800 yang diluncurkan pada awal Agustus lalu via bundling oleh operator Sprint Nextel di AS.

Kabar terakhir Real Eyes3D juga menyiapkan agar motionized dapat berjalan di sistem ACCESS NetFront Browser. Tapi dibalik itu masih ada yang kurang, motionized belum bisa digunakan untuk selancar antar menu. Ingin tahu video penggunaan motionized, silahkan klik http://www.youtube.com/watch?v=kNoTTXOyDjg.



Gerakan posisi ponsel ke kiri, kanan, atas dan bawah. Otomatis membawa pandangan ke area fokus gambar yang diinginkan.








Miringkan ponsel ke arah maju dan mundur, view obyek di layar akan melakukan fungsi zoom.


Spesifikasi Minimum Ponsel dengan Motionized
- Prosesor : ARM7 @ 26 MHz
- ROM: < 100 kB
- RAM: 500 kB
- Format gambar: JPEG
- Modul kamera : semua resolusi

Open platforms support
Symbian S60, BREW, and Windows Mobile Edition
V4.2 or greater

Awas! Bahaya Fitnah via SMS


















Bukan karena hal gaib, bila tiba-tiba ponsel Anda mengirim SMS berteks tanpa dikehendaki, mungkin saja Anda telah menjadi korban Magic Blue Hack.


Interaksi sosial antar pribadi kerap berdampak pada munculnya beberapa kasus kejahatan, contohnya seperti fitnah. Pernahkah suatu waktu Anda disangka telah mengirim SMS ke seorang kerabat? Padahal Anda sejujurnya tak pernah berkirim SMS apapun, dilihat di folder sent message dan log pun tak ada transaksi SMS keluar dari ponsel Anda. Tapi faktanya, kerabat Anda telah menerima SMS dari nomer ponsel yang Anda gunakan. Tak terlalu masalah bila isi SMS berupa gurauan, tapi apa jadinya jika isi SMS bernada keras, bahkan ancaman. Ujung-ujungnya Anda menghadapi kasus fitnah via SMS.

Penyebab kasus diatas tentu bukan karena hal gaib. Yang menjadi ”biang keladi” tak lain adalah software Magic Blue Hack. Software ini memang punya kemampuan magic, diantaranya bisa mengirim SMS lewat media ponsel korban tanpa diketahui jejaknya dari log data. Semuanya berjalan secara tersembunyi, selain bisa menyebabkan fitnah, tentu pulsa si korban bisa terkuras. Masih ada beberapa kemampuan ’iseng’ dari ponsel ini yang lumayan mengerikan. Setidaknya lewat artikel ini Anda bisa lebih meningkatkan kewaspadaan.

1.
Tampilan awal software ini cukup singkat, tak banyak pernak pernik ikon. Klik options untuk memulai.










2.
Muncul info connect dan about, klik connect. Bluetooth harus dalam kondisi aktif.










3.
Software akan melakukan proses pencarian ke perangkat lain. Dalam ujicoba, software tak bisa membaca identitas bluetooth dari perangkat Windows Mobile.









4.
Software berhasil membaca identitas bluetooth dari sebuah ponsel Symbian. Setelah proses pencarian komplit, muncul ikon “connecting to service”.









5.
Tahap pertama memang dibutuhkan kode pairing, tapi untuk momen selanjutnya tak lagi dibutuhkan proses pairing. Hati-hatilah bila menyimpan ponsel.









6.
Kemampuan software ini mencakup melakukan panggilan, mengirim SMS, membaca phonebook, menjawab panggilan dan memutuskan suatu pembicaraan.









7.
Ilustrasi berkirim SMS fitnah, dalam ujicoba software ini hanya bisa menjalankan fungsi menjawab panggilan, kirim SMS dan membaca phonebook korban.









8.
SMS fitnah yang telah diterima pihak ketiga. Pihak korban (nomer pengirim) sama sekali tak mengetahui ponselnya telah digunakan untuk berkirim SMS.









Sumber : http://www.getjar.com/products/15782/MagicBlueHack
Besar File : 8 KB JAR
Harga : Gratis
Ponsel Pendukung : Ponsel dengan Java/J2ME dan bluetooth

(Sep08)

28 Des 2008

Menggaet Pelanggan Lewat Jalur Komunitas














Jalur komunitas bila digarap serius mampu menciptakan peluang pasar dengan tingkat loyalitas tinggi. Hadirnya BissTel dapat menjadi contoh menarik eksistensi produk komunitas selular.


Setiap operator jelas membutuhkan strategi marketing mujarab untuk bisa eksis di tengah kompetisi yang keras. Selain strategi terjun ke retail, para operator punya jurus lain seperti masuk ke pasar segmen korporat. Tapi belakangan pasar korporat pun dinilai sudah terasa jenuh. Hanya beberapa operator besar yang mampu menembus skala ekonomi di segmen ini. Namun dibalik itu, peluang menciptakan strategi baru masih terbuka lebar, salah satunya dengan memilih strategi komunitas.

Berbicara tentang produk berbasis komunitas, tentu tak bisa terlepas dari ikon BissTel (Bismillah Telekomunikasi) yang hadir sejak 25 Agustus 2007. BissTel yang dimiliki oleh KH (Kyai Haji) Nadjib Sungkar B.A.M.S adalah produk komunitas selular pertama di Indonesia. ”Niat kami mendirikan BissTel yakni untuk membangun silaturahmi dan kerukunan antar anggota Keluarga Besar Bismillah dan seluruh bangsa Indonesia dari semua golongan yang tersebar dipelosok Tanah Air. Yang menjadi pemahaman yakni telekomunikasi adalah kunci silaturahmi antar umat”, ujar KH. Nadjib yang sekaligus pendiri dan Ketua Umum Keluarga Besar (KB) Bismillah.

Yang cukup menarik, meski BissTel berlabel komunitas Islam, diakui KH. Nadjib banyak pengguna BissTel yang berasal dari kelompok komunitas lain diluar Keluarga Bismillah, bahkan dari lintas golongan dan agama pun banyak yang memakai BissTel.. Ulama kharismatik asal Solo – Jawa Tengah ini menyebutkan anggota KB Bismillah sangat antusias dengan hadirnya BissTel. ”Selain kualitas jaringan yang baik, para umat juga merasa senang, sebab semua bisa berkomunikasi langsung kapan saja dengan saya”, ujar Pak Kyai. Ia pun siap menerima silaturahmi via ponsel 23 jam dalam sehari.

BissTel sendiri adalah produk dari PT. Smart Telecom. Namun dalam pemasaran memiliki desain bungkus kartu perdana dan voucher fisik berbeda. Sesuai logo KB Bismillah, kombinasi warna di paket kartu perdana sarat dengan warna hijau. Walau demikian, desain kartu RUIM dan jenis nomernya serupa dengan kartu Smart pada umumnya. ”Mengenai tarif juga tak ada perbedaan dari tarif reguler Smart, begitu pula voucher reguler Smart bisa di reload ke kartu BissTel. Kami juga menilai penting hadirnya layanan tambahan, di BissTel saat ini telah tersedia info SMS doa yang di bulan Ramadhan akan diberikan gratis”, ujar KH. Nadjib.

Mengapa memilih bermitra dengan PT Smart? KH. Nadjib menjelaskan antara KB Bismillah dan Grup Sinar Mas (holding PT. Smart) telah memiliki sejarah panjang, dan lewat kerjasama telah menghasilkan produk BissQua dan BissOil. Grup Sinar Mas sendiri adalah bagian dari KB Bismillah. Saat ditanya seputar jumlah pengguna, Pak Kyai rupanya belum berkenan menjelaskan, ”yang jelas pertumbuhan pengguna BissTel cukup pesat, setiap ada pembangunan antena BTS baru, di wilayah itu BissTel selalu habis terjual. Target kami, Insya Allah, sampai akhir tahun ini adalah 1 juta pelanggan”, kata Pak Kyai yang fasih berlogat Jawa.

Keyakinan KH. Nadjib tentu bukan tanpa alasan, KB Bismillah kini memiliki 8.557.000 umat yang tersebar di seluruh Tanah Air. Jaringan Keluarga Besar ini mencakup 142 pondok pesantren, 378 masjid dan 181 madrasah. Untuk saat ini konsentrasi pengguna BissTel sebagian besar berada di wilayah Jawa Tengah, Jawa Barat, Jawa Timur dan DKI Jakarta. Berikutnya akan merambah ke Sumatera dan Kalimantan.

Meski menjalankan bisnis retail, BissTel tak melupakan sisi amal, dimana setiap penjualan produk BissTel sudah ada zakatnya 2,5 persen yang akan dibagikan ke kaum dhuafa dan anak yatim-piatu. Sistem penjualan produk BissTel juga mengadopsi sistem penjualan berbasis syariah. Selain mengandalkan pola distrubisi di gerai-gerai Smart, BissTel juga telah memiliki beberapa kantor cabang yang ada di beberapa kota besar.

Bicara soal konten, BissTel memang terlihat masih sederhana, tapi dalam roadmap BissTel telah disiapkan untuk mendukung fungsi mobile commerce dan fungsi akademis. ”Operator baru memang cenderung lebih leluasa untuk menciptakan inovasi marketing yang unik, salah satunya berkat ketersediaan kapasitas jaringan yang besar”, ungkap Yofa Pratama sekalu Special Project Account Manager PT. Smart Telecom.

(Sep08)


.